Selasa 03 Jan 2023 13:28 WIB

Revolusi Hijau Gubernur Kalsel Bersama Seribu Santri

Program revolusi hijau di Kalimantan Selatan sudah berjalan sejak 2017

Gubernur Kalsel Dr (HC) Sahbirin Noor, SSos, MH, terus menggelorakan revolusi hijau di seantero di daerahnya. Kali ia langsung terjun ke lapangan dalam  kegiatan bertajuk “Kalsel Menanam Bersama Paman Birin” di Pantai Kopi Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, Senin (22/11).
Foto: istimewa
Gubernur Kalsel Dr (HC) Sahbirin Noor, SSos, MH, terus menggelorakan revolusi hijau di seantero di daerahnya. Kali ia langsung terjun ke lapangan dalam kegiatan bertajuk “Kalsel Menanam Bersama Paman Birin” di Pantai Kopi Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, Senin (22/11).

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN -- Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor bersama seribuan santri melaksanakan kegiatan menanam cabai, pepaya hingga mangga. Lokasinya di kawasan Alam Roh 24 Kelurahan Sei Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pekan lalu.

"Ini salah satu bagian dari kegiatan revolusi hijau, selain itu tujuan kita menanam agar dapat mencegah inflasi harga pangan di Kalsel," ujar Sahbirin.

Pemprov Kalimantan Selatan mencanangkan gerakan revolusi hijau sejak 2017, rehabilitasi hutan dapat dilakukan mencapai 27.000 - 30.000 hektare per tahun. Gubernur Kalsel juga berupaya menekan angka inflasi di 13 kabupaten/kota setempat. Harga pangan saat ini tinggi dari cabai hingga beras.

Kenaikan harga pangan disebabkan gagal panen maupun tak lancar distribusi. Karena itu dengan mengajak masyarakat bercocok tanam, diharapkan hasilnya dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan pangan sendiri. "Jika pangan tercukupi di satu daerah, maka Insya Allah akan mencegah kenaikan harga," katanya.

Gubernur juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong masing - masing dengan menanam tanaman berguna agar dapat meningkatkan produktivitas pangan di daerah. Bila daerah Kalimantan Selatan maju, sektor pangannya maka masyarakat akan sejahtera dan tercukupi," ujarnya.

Menurut Gubernur yang lebih akrab disapa Paman Birin tersebut, kegiatan menanam ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat, selain menggairahkan para santri untuk suka menanam dan juga menambah penghijauan.

Gubernur Kalsel yang pada kegiatan itu juga ditemani sang istri dan ulama terkemuka KH Wildan Salman (pimpinan Ponpes Tahfiz Darussalam Martapura) tersebut, melaksanakan penanaman sebanyak 2.500 bibit pohon.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kalsel Syamsir Rahman mengatakan, pelibatan para santri dalam menanam pohon merupakan satu -satunya di Indonesia. "Baru kali ini di Indonesia santri dilibatkan dalam penanaman pohon dalam rangka pengendalian inflasi," katanya.

Ide melibatkan santri menanam pohon ini berasal dari KH Wildan Salman selaku pimpinan Madrasah Tahfidz Darussalam Martapura yang menerjunkan sebanyak 1.200 santri. "Sedikitnya 1.500 orang ikut penanaman hari ini selain 1.200 santri juga ada sekitar 300 ASN," kata Syamsir.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement