Kamis 15 Dec 2022 19:55 WIB

Dua Pria Ditangkap Terkait Pelemparan Kepala Babi ke Atap Masjid Inggris

Pelemparan kepala babi membuat komunitas Muslim Stockport ketakutan.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah
Dua Pria Ditangkap Terkait Pelemparan Kepala Babi ke Atap Masjid Inggris
Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Dua Pria Ditangkap Terkait Pelemparan Kepala Babi ke Atap Masjid Inggris

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKPORT -- Dua pria telah ditangkap atas kejahatan rasial setelah kepala babi dilemparkan ke atap masjid dan pusat komunitas Muslim di Stockport, Inggris. Polisi melakukan tiga penggerebekan di Stockport pada Rabu (14/12/2022) pagi.

Kedua pria yang ditangkap itu berusia 22 dan 47 tahun. Mereka ada dalam tahanan polisi untuk diinterogasi. Mereka ditangkap sehubungan dengan kejahatan rasial yang terjadi di luar tempat ibadah di Battersea Road, Stockport pada 9 Desember lalu.

Baca Juga

"Kejahatan rasial menjijikkan dan tidak memiliki tempat dalam masyarakat sipil. Tindakan hari ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa GMP akan meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut dan menunjukkan kepada komunitas kita bahwa kejahatan rasial tidak akan pernah ditoleransi," kata Inspektur Detektif Gareth Beasley dari Divisi Stockport GMP, seperti dilansir Manchester Evening News, Kamis (15/12/2022).

Dia menambahkan, kejahatan kebencian dapat terjadi dalam berbagai bentuk seperti kekerasan, surat-surat yang menyinggung, merusak properti dan lainnya. Segala hal tersebut tentu tidak dapat diterima.

"Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal telah menjadi korban kejahatan rasial, kami mendorong Anda tidak menderita dalam kesunyian dan melaporkannya ke polisi atau lembaga pendukung agar Anda bisa mendapatkan bantuan dan dukungan yang tersedia," kata dia.

Sebelumnya, komunitas Muslim di Stockport, Inggris merasa takut dengan tindakan pelemparan kepala babi ke atap bangunan Heatons Muslim Community Trust (HMCT) di Battersea Road di Heaton Mersey, pada Jumat (9/12/2022) malam waktu setempat.

Di dalam bangunan itu terdapat masjid dan fasilitas komunitas Muslim. Setelah adanya pelemparan tersebut, jamaah Muslim pun meninggalkan gedung itu. Kepala hewan diletakkan di bagian atap bangunan yang rendah dan datar sehingga mudah terlihat. Polisi telah diberitahu dan mencatatnya sebagai kejahatan rasial.

Salah satu wali HMCT mengatakan, insiden tersebut telah menyebabkan banyak ketakutan dan kesusahan di antara banyak pengguna pusat tersebut, beberapa di antaranya adalah anak-anak dan beberapa di antaranya adalah orang lanjut usia. "Di malam hari kami mengadakan sedikit pertemuan di pusat komunitas dan beberapa orang keluar dan seseorang berkata 'ada kepala babi di atap'," kata Muhammad Tayyab Mohiuddin, seperti dilansir Manchester Evening News, Senin (12/12).

"Atapnya pendek jadi mudah dilihat. Saya pikir mereka memilih titik itu untuk menakut-nakuti orang. Semua orang tahu seseorang telah meletakkannya di sana dan apa maksud mereka," tambahnya.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement