Sabtu 19 Nov 2022 14:36 WIB

Mulai Subuh Penggembira Padati Stadion Manahan, Lalu Kemudian Datangi Kraton Kasunanan

Suasana kota Solo meriah berkat penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah.

Rep: Co2 / Red: Muhammad Subarkah
Muktamirin dan penggembira memenuhi tribun saat Pembukaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Manahan, Surakarta oleh, Jawa Tengah, Sabtu (19/11/2022). Muktamar ke-48 Muhammadiyah akhirnya terlaksana setelah tertunda dua tahun imbas pandemi Covid-19. Agenda utama Muktamar nanti yakni pemilihan anggota tetap PP Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berjumlah 13 orang.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Muktamirin dan penggembira memenuhi tribun saat Pembukaan Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Manahan, Surakarta oleh, Jawa Tengah, Sabtu (19/11/2022). Muktamar ke-48 Muhammadiyah akhirnya terlaksana setelah tertunda dua tahun imbas pandemi Covid-19. Agenda utama Muktamar nanti yakni pemilihan anggota tetap PP Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berjumlah 13 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO-- Sejak menjelang waktu Subuh, ribuan penggembira Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 sudah memadati area sekitar pembukaan di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (19/11/2022). Lalu lintas menuju lokasi itu pun tersendat. Apalagi kemudian pada pagi hari iring-iringan rombongan Presiden Jokowi datang ke lokasi Muktamar. Jalanan sangat hiruk-pikuk.

Dari pantauan Republika, di berbagai penjuru Stadion Manahan sudah berduyun-duyun ribuan penggembira, sudah mulai solid terkumpul pada pukul 06.07 WIB. Mereka berjalan bersama dengan rombongannya masing-masing membawa payung karena cuacanya gerimis.

 

Salah seorang penggembira asal Tangerang Fahmi Ardi (41 tahun) mengaku sudah datang sejak pukul semenjak jelang Subuh pagi. Pihaknya mengaku datang bersama 51 orang dari Tangerang.

 

Fahmi mengatakan meskipun tidak bisa memasuki Stadion tempat pembukaan muktamar berlangsung pihaknya mengaku bersemangat. Pasalnya, sebagai penggembira sudah sepantasnya ikut memeriahkan jalannya acara ini.

 

"Kita dari Tangerang kemarin malam sampai di Kota Solo. Ya walaupun tidak bisa memasuki stadion untuk pembukaan kita sebagai warga Muhammadiyah ikut memeriahkan muktamar yang ke-48 ini," kata Fahmi.

 

Selain itu, pihaknya pun berharap di muktamar ini apabila telah terpilih ketua umum PP Muhammadiyah yang baru dapat tetap merekatkan hubungan antar umat beragama.

 

"Ya buat ketua umum PP agar bisa membawa organisasi ini lebih lebih baik, bisa memajukan Indonesia jangan sampai ada perpecahan di antara warga dan umat beragama," pungkasnya.

 

Sementara itu, pembukaan muktamar Muhammadiyah yang ke-48 sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada pukul 08.00 WIB. Sedangkan pengesahan calon sementara anggota pimpinan pusat Muhammadiyah masa jabatan 2022-2027 akan berlangsung pukul 09.00 WIB.

 

Sementara selepas acara Muktamar para penggembira yang datang dari berbagai daerah langsung mengunjungi kawasan alun alun utara Kraton Kasunan. Kawasan Gladak dan area parkirnya dipadai bus penggembira muktamar. Bahkan banyak sekali yang datang ke tempat itu dengan cara berjalan kaki. Udara teduh karena adanya siraman hujan gerimis mereka tak hiraukan. Mereka berfoto beramai-ramai setiap kali tiba di spot bangunan yang menarik yang ada di sepanjang Jalan Slamet Riyadi yang bertrotoar lebar seperti di Jakarta.

 

"Acara pembukaan sudah selesai. Kami pulang duluan dengan jalan kaki.Kini kami ingin lihat Kraton Kasunan,'' kata penggembira muktamar asal Malang.

 

Sementara Taufik Effendi, warga Solo yang juga warga Muhammadiyah, mengaku memang semenjak Subuh dia bersama isterinya sudah berada di area sekitar Stadion Manahan. Dia mengaku sangat menikmati acara pembukaan itu. "Saya tahu pulangnya jalanan akan macet sekali. Tapi tak apalah,'' kata Taufik yang rumahnya berada di sekitar kampung Kauman Solo dan tak jauh dari Kraton Kasunanan.

 

Penggembira Muktamar yang jumlahnya membludag itu membuat tingkat kepadatan hunian hotel di Solo membludag. Mereka terpaksa menolak muktamirin karena kamar hotel sudah penuh. Apalagi kebanyakan para penggembira yang datang dari seluruh Indonesia sudah memesan penginapan dan hotel jauh-jauh hari, atau sebulan sebelumnya. Harganya pun saat itu sudah ditetapkan lebih mahak dari harga hari biasa karena berada dalam status peak season.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement