Selasa 22 Nov 2022 06:26 WIB

Soal Kerja Sama dengan Muhammadiyah, Ini Kata Sekjen PBNU

Muhammadiyah dan NU sama-sama memiliki komitmen kebangsaan.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil
 Soal Kerja Sama dengan Muhammadiyah, Ini Kata Sekjen PBNU. Foto:  Logo Muhammadiyah.
Foto: Antara
Soal Kerja Sama dengan Muhammadiyah, Ini Kata Sekjen PBNU. Foto: Logo Muhammadiyah.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan, Muhammadiyah dan NU memiliki hubungan baik. Hal ini dia sampaikan saat dimintai pendapat soal apakah NU dan Muhammadiyah ke depannya akan melakukan kerja sama usai digelarnya Muktamar 48 Muhammadiyah.

"Kerja sama tertulis belum ada. Tetapi saling pengertian dan kolaborasi antara NU dan Muhammadiyah sejatinya sudah berjalan dengan baik. Kita banyak beda, tetapi kalau sudah menyangkut bangsa, kita sama," kata dia kepada Republika.co.id, Ahad (20/11/2022).

Baca Juga

Gus Ipul dalam kesempatan itu juga mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Haedar Nashir sebagai ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan Abdul Mu'ti sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. "Selamat untuk keduanya. Ini duet yang sudah teruji memimpin Muhammadiyah," kata Gus Ipul.

Menurut dia, Haedar dan Mu'ti sama-sama memiliki komitmen yang kuat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia mengatakan, apa yang ditunjukkan keduanya selama ini tentu menjadi teladan bagi seluruh warga Muhammadiyah.

 

"Keduanya punya komitmen kuat terhadap NKRI. Bisa menjadi teladan bagi warga persyarikatan. (Keduanya) juga punya hubungan baik dengan semua kalangan, termasuk dengan NU," ujarnya.

Prof Haedar Nashir resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2022-2027 pada Muktamar ke-48 yang berlangsung di Solo Jawa Tengah pada Ahad (20/11) ini. Muktamar ini juga memilih kembali Prof Abdul Mu'ti sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah.

Setelah resmi ditetapkan, Haedar mengatakan, sidang berlangsung secara santai dan dari hati ke hati. Menurutnya, 13 orang PP ini mengemban amanah secara kolektif kolegial, dan tersistem sebagaimana karakter kepemimpinan Muhammadiyah. "Saya selaku ketua umum posisinya hanya sejengkal didepankan, dan seinci ditinggikan," kata dia.

Haedar mengatakan, prinsip kepemimpinan merupakan kolektif kolegial dan sistem persyarikatan. Mereka akan menjalankan amanat dan program-program Muhammadiyah, terutama untuk transformasi yang lebih dinamis.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement