Selasa 08 Nov 2022 04:08 WIB

Jadi Korban Vandalisme, Muslim di Kota Fargo dan Moorhead Gelar Edukasi tentang Islam

Muslim di Kota Fargo dan Moorhead jadi korban vandalisme.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Muhammad Hafil
Jadi Korban Vandalisme, Muslim di Kota Fargo dan Moorhead Gelar Edukasi tentang Islam. Foto: Islamofobia (ilustrasi)
Foto: Bosh Fawstin
Jadi Korban Vandalisme, Muslim di Kota Fargo dan Moorhead Gelar Edukasi tentang Islam. Foto: Islamofobia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,FARGO–Insiden vandalisme baru-baru ini di Pemakaman Masyarakat Islam Fargo-Moorhead membuat Muslim yang tinggal di Fargo-Moorhead tidak yakin apakah insiden itu acak, atau serangan yang ditargetkan terhadap mereka. Untuk itu, mereka menggelar acara edukasi tentang Islam kepada masyarakat untuk menghapus kesalahpahaman.

Vandalisme di pemakaman itu terjadi lebih dari dua minggu yang lalu. Seseorang mendobrak sebuah bangunan yang digunakan oleh masyarakat Islam Fargo dan Moorhead yang dibuat untuk menyimpan peti beton untuk penguburan Muslim. Kerusakan itu ditemukan oleh seorang penggali kubur yang bekerja di pemakaman pada Sabtu, 22 Oktober. 5 peti berharga Rp 15 juta rusak parah dan hancur berkeping-keping.

Baca Juga

Dilansir dari Inforum, Sabtu (5/11/2022), komunitas Muslim kemudian membuka Masjid untuk edukasi tentang Islam kepada masyarakat. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran akan insiden tersebut dan untuk membantu mendidik masyarakat tentang Islam.

"Kami di sini hanya untuk menjernihkan kesalahpahaman yang ada tentang iman kami dan anggota komunitas kami yang terkait dengan agama Islam," kata Mary Habib, seorang sukarelawan di acara tersebut.

Ratusan orang, baik Muslim maupun non-Muslim berbondong-bondong ke masjid. Mereka menikmati makanan dan kebersamaan bersama. Ada pamflet pendidikan gratis untuk semua orang yang membahas kesalahpahaman umum yang mungkin dimiliki orang tentang Muslim.

"Kami semua sangat beragam dalam komunitas kami. Anda tahu, kami memiliki Muslim dari banyak negara yang berbeda. Dan meskipun satu agama, kami beragam," kata Jessica Nix.

Mereka juga mengadakan demonstrasi di mana orang bisa meminta agar nama mereka dieja dalam bahasa Arab. Meskipun ribuan Muslim yang tinggal di Fargo-Moorhead masih terguncang setelah insiden buruk itu, mereka menggunakannya sebagai kesempatan untuk mendidik orang lain. Mereka membuatnya sangat jelas dan mereka bilang ini rumah mereka juga, dan mereka tidak akan kemana-mana.

"Saya hanya ingin mengatakan bahwa kita semua yang Anda tahu, kita semua adalah tetangga Anda, dan kita semua hanyalah satu komunitas besar yang ingin hidup damai di antara satu sama lain," kata Mary Habib. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement