Ahad 14 Dec 2025 16:39 WIB

Membandingkan Kedudukan Perempuan Setelah dan Sebelum Kedatangan Islam

Pada peradaban Yunani, wanita boleh diperjualbelikan di pasar.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: A.Syalaby Ichsan
Ilustrasi muslimah
Foto: Dok Republika
Ilustrasi muslimah

REPUBLIKA.CO.ID, Menurut catatan sejarah, sebelum kehadiran agama Islam di dunia terdapat dua peradaban besar, yaitu peradaban Yunani dan Romawi. Dunia juga mengenal dua agama besar, Yahudi dan Nasrani, yang termasuk agama Samawi (langit).

Masyarakat Yunani yang terkenal dengan pemikiran filsafatnya tidak banyak berbicara tentang hak dan kewajiban wanita. Di kalangan elite, yakni raja-raja dan kaum bangsawan, kaum wanita ditempatkan (disekap) di dalam istana-istana.

Baca Juga

Di kalangan lapisan bawah, nasib kaum wanita sangat menyedihkan. Mereka boleh diperjualbelikan di pasar. Mereka yang sudah berumah tangga, sepenuhnya menjadi milik suaminya serta mutlak harus tunduk di bawah kekuasaan suami. Mereka tidak memiliki hak-hak sipil, hak waris pun tidak mereka punyai.

HMH Al-Hamid Al-Husaini dalam buku Rumah Tangga Nabi Muhammad SAW menerangkan pada masa puncak peradaban Yunani, kaum wanita mempunyai kebebasan semata-mata untuk dapat memenuhi kebutuhan dan selera syahwat serta kemewahan kaum lelaki.

photo
ILUSTRASI Akhlak yang baik merupakan perhiasan seorang Muslim. Ilustrasi Muslimah. Ilustrasi ibu dan anak - (freepict)

Hubungan seksual bebas tidak dipandang melanggar kesusilaan. Tempat-tempat pelacuran menjadi pusat-pusat kegiatan politik dan sastra atau seni. Patung-patung telanjang bulat yang banyak bertebaran di negeri-negeri Barat merupakan bukti yang menunjukkan sisa-sisa pandangan mereka.

Dalam mitologi mereka, dewi-dewi di kayangan melakukan hubungan gelap dengan rakyat jelata, dan dari hubungan gelap itu lahirlah Dewi Cinta yang terkenal dalam peradaban Yunani.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement