Kamis 03 Nov 2022 19:29 WIB

Temuan Alquran Terbakar di Masjid India Hebohkan Publik, Polisi Turun Tangan

Polisi India lakukan penyelidikan terkait temuan Alquran terbakar

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Bendera India (Ilustrasi).  Polisi India lakukan penyelidikan terkait temuan Alquran terbakar
Foto: IST
Bendera India (Ilustrasi). Polisi India lakukan penyelidikan terkait temuan Alquran terbakar

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI — Sebuah Alquran ditemukan dalam kondisi terbakar di sebuah masjid di Shahjahanpur, pada Rabu (2/11/2022). Masyarakat setempat telah melaporkan peristiwa itu kepada kepolisian. 

“Sekelompok orang memprotes setelah salinan Alquran ditemukan terbakar di sebuah masjid di sini,” kata kata Inspektur Polisi S Anand, dilansir dari Siasat, Kamis (3/11/2022). 

Baca Juga

FIR didaftarkan dalam hal ini terhadap orang tak dikenal segera setelah polisi diberitahu tentang masalah ini. Polisi juga tengah menyelidiki rekaman CCTV dari daerah itu. 

Polisi menuturkan bahwa beberapa halaman pada lembaran Alquran ditemukan terbakar. Polisi mengaku akan mendalami dan menindaklanjuti masalah ini dengan serius. 

“Kami segera mengetahui masalah ini dan menanganinya secara sensitif,” katanya, menambahkan langkah-langkah sedang diambil untuk menangkap pelaku secepatnya dan mengambil tindakan tegas terhadap mereka. 

Islamofobia di India tampaknya masih akan belum berakhir. Kebencian dari sayap kanan Hindu terhadap Muslim adalah simbol Islamofobia yang berasal dari BJP itu sendiri. Narendra Modi pertama kali berkuasa pada 2014, menjanjikan perkembangan dan kemajuan tetapi juga serangan gencar mayoritas terhadap minoritas, khususnya Muslim.

Seperti ditulis Rayan Naqash di The New Arab, Jumat (24/6/2022), kemenangan Modi membuka pintu air Hindutva yang dipelopori oleh Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), kelompok sayap kanan Hindu yang mendapat dukungan spiritual dari BJP dan memungkinkan Islamofobia mengakar lebih dalam di negara demokrasi terbesar di dunia itu.

Baca juga: Ritual Sholat Memukau Mualaf Iin Anita dan Penantian 7 Tahun Hidayah Akhirnya Terjawab 

Pernyataan menghina 26 Mei terhadap Nabi Muhammad SAW oleh politisi BJP Nupur Sharma adalah tanggapan terencana terhadap mereka yang mempertanyakan fanatik Hindu yang mengklaim air mancur di masjid Gyanvapi abad ke-17 sebagai Shivling, representasi dewa Hindu Siwa.

Sayap kanan Hindu telah lama mengklaim masjid Gyanvapi, yang terletak di Varanasi Uttar Pradesh, sebuah kota yang dianggap suci oleh umat Hindu dan yang juga merupakan kursi parlemen Modi, telah dibangun oleh penguasa Mughal Aurangzeb di atas reruntuhan kuil Kashi Vishwanath.

Beberapa petisi diajukan untuk mengklaim Gyanvapi dan Masjid Shahi Idgah di Mathura sejak BJP yang baru lahir memobilisasi fanatik Hindu di seluruh India untuk menghancurkan Masjid Babri abad ke-16 di Ayodhya pada 1992. Mereka mengklaim ketiga masjid tersebut dibangun di atas kuil Hindu. 

 

 

https://www.siasat.com/up-sacrilege-at-mosque-sparks-protest-copy-of-quran-found-burnt-2448138/

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement