Kamis 20 Oct 2022 19:15 WIB

Otoritas India Bebaskan 11 Pemerkosa Muslimah, Bagaimana Bisa?

Pembebasan 11 pemerkosa Muslimah atas konfirmasi Pemerintah India

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Nashih Nashrullah
Bendera India (Ilustrasi). Pembebasan 11 pemerkosa Muslimah atas konfirmasi Pemerintah India
Foto: IST
Bendera India (Ilustrasi). Pembebasan 11 pemerkosa Muslimah atas konfirmasi Pemerintah India

REPUBLIKA.CO.ID, NEWDELHI– Pemerintah India yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi menyetujui pembebasan 11 pria yang dihukum dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena memperkosa seorang Muslimah hamil. Pelaku juga membunuh 14 anggota keluarganya, menurut dokumen pengadilan.

Dilansir dari The New Arab, Rabu (19/10/2022), para narapidana adalah bagian dari massa Hindu yang menyerang Bilkis Bano selama kerusuhan agama di negara bagian Gujarat pada 2002.

Baca Juga

Mereka dibebaskan dari penjara pada 15 Agustus, Hari Kemerdekaan India, dan disambut dengan permen dan karangan bunga di luar penjara.

Pembebasan mereka memicu kemarahan yang meluas pada saat itu, dan dikontraskan dengan pidato Hari Kemerdekaan Perdana Menteri Modi di mana dia memperjuangkan rasa hormat terhadap perempuan.

Surat yang menyetujui pembebasan mereka berasal dari Kementerian Dalam Negeri India, yang dipimpin Amit Shah, rekan dekat Modi dan Amit Shah, dan diunggah secara online oleh situs resmi The Leaflet. 

Tidak jelas pada saat itu bahwa pemerintah pusat telah menyetujui pembebasan mereka.

Menurut outlet berita India NDTV, para terpidana telah keluar dari penjara selama bertahun-tahun dengan pembebasan bersyarat sebelum mereka secara resmi dibebaskan Agustus ini. Mereka telah menjalani 14 tahun penjara.

Persetujuan Kementerian Dalam Negeri India datang pada 11 Juli, hanya dua pekan setelah pemerintah daerah Gujarat mengajukan pembebasan mereka.

Bilkis Bano sedang hamil lima bulan ketika keluarganya, termasuk putrinya yang berusia 3 tahun, dibunuh dan dia diperkosa ara pria selama kerusuhan komunal di Gujarat pada 2002.

Pada saat itu, negara dipimpin Narendra Modi, yang telah berulang kali dituduh menghasut dan tidak bertindak karena massa sektarian membunuh dan menjarah di seluruh negara bagian.

Modi, yang menjadi Perdana Menteri pada 2014, telah berulang kali dituduh mengobarkan suasana kebencian dan nasionalisme Hindu di India yang berusaha mengasingkan minoritas Muslim di negara itu.   

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement