Senin 29 Aug 2022 18:17 WIB

IPPNU Apresiasi Hasil Rakernas LP Ma’arif NU PBNU

Kewajiban pelajar NU masuk IPNU atau IPPNU akan membuat jaringan menjadi besar.

Ketua Umum IPPNU, Whasfi Velasufah, mengapresiasi rekomendasi Rakernas LP Ma
Foto: istimewa/doc humas
Ketua Umum IPPNU, Whasfi Velasufah, mengapresiasi rekomendasi Rakernas LP Ma

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mengapresiasi hasil rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LP Ma’arif NU PBNU. Lembaga yang membidangi sistem pendidikan NU tersebut  dinilai menguatkan identitas dan eksistensi pelajar NU.

Ketua Umum IPPNU, Whasfi Velasufah, mengatakan LP Ma’arif NU sudah mengambil langkah yang tepat dan strategis dengan melahirkan rekomendasi internal. Ini yang akan menjadi acuan di banyak lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU.

“Ketegasan mandataris hasil Rakernas LP Ma’arif NU PBNU mewajibkan pelajar NU menjadi anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) atau Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) patut disyukuri dan diapresiasi,” kata Vella dalam siaran pers, Senin (29/8/2022).

Sebagai  organisasi yang mempunyai struktur organisasi sampai level komisariat berbasis sekolah dan madrasah, kata Vella, hasil rekomendasi rakernas ini akan membuat IPNU IPPNU menjadi kekuatan besar, dalam membangun jejaring antar sekolah dan madrasah.

Aktivitas siswa tidak akan dibatasi hanya di sekolah atau madrasah saja, tetapi mereka dituntut untuk berkomunikasi antarkomisariat. Dengan begitu akan mampu menjadi kekuatan besar dengan jaringan yang kokoh.

Hal ini, kata Vella, sesuai tuntutan abad 21. Dalam era revolusi industri 4.0 dan masyarakat 5.0, yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik. "Tentunya IPPNU siap merespon dan mendukung keputusan rakernas tersebut,” ungkapnya.

Ketua LP Ma’arif NU PBNU, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan sanad perjuangan dan jejak rekam organisasi harus dijalani oleh mereka yang ingin mengabdikan dirinya di NU. Mengurus NU berisi nilai pengabdian untuk berkhidmah kepada ulama sebagai pewaris Nabi Muhammad SAW.

Hadratus Syekh KH. Hasyim Asyari, kata dia, wasiat bahwa 'siapa yang mengurus NU maka dia saya anggap santriku, dan siapa yang jadi santriku maka saya doakan dia khusnul khatimah, beserta keluarganya’.

“Inilah kemudian saya melihat kehadiran IPNU, IPPNU sebagai salah satu wujud pengkaderan dan penentuan sanad perjuangan yang dilakukan sejak dini, dan kami LP Ma’arif harus berusaha menjadi support system atas ikhtiar kaderisasi tersebut,” ungkap Ramdhani.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement