Selasa 02 Aug 2022 19:46 WIB

Berbicara di Multaqa Seni Budaya MUI, Wapres Kisahkan Pujangga Pembela Rasulullah SAW

Wapres apresiasi Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim MUI

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Wakil Presiden Maruf Amin, mengapresiasi Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim MUI.
Foto: BPMI/Setwapres
Wakil Presiden Maruf Amin, mengapresiasi Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim MUI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin, mengapresiasi acara Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia dan Focus Group Discussion (FGD) Road to Kongres Budaya Islam Indonesia. Multaqa ini digelar Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

"Saya menyampaikan tahniah dan apresiasi kepada MUI khususnya LSBPI yang telah mengadakan acara yang sangat penting. Rangkaian acara hari ini menoreh sejarah baru untuk pertama kalinya MUI menggelar Multaqa ini," ujar Kiai Ma'ruf saat membuka secara resmi acara Multaqa Seniman dan Budayawan Muslim di Hotel Sari Pacific Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Baca Juga

Mantan Ketua Umum MUI ini berharap, para seniman dan budayawan Muslim yang mengikuti Multaqa dan FGD ini mampu untuk menjawab tantangan di era disrupsi. Selain itu, Kiai Ma'ruf juga berharap Multaqa ini menjadi pertemuan yang produktif. "Semoga Multaqa ini menjadi pertemuan yang produktif dan diberkahi  Allah SWT," ucap Kiai Ma'ruf.

Dalam sambutannya, dia pun mengutip hadits yang menceritakan kisah sahabat Nabi yang dijuluki sebagai penyair Rasulullah, Hassan bin Tsabit. 

 

Menurut Kiai Ma'ruf, dialah sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki tugas khusus dari Rasulullah SAW untuk melumpuhkan propaganda hitam yang dibuat  musuh Islam dengan syair-syair.

"Saya berharap para seniman, sastrawan, dan budayawan Muslim memiliki ruh dakwah seperti Hasan bin Tsabit sehingga mendapatkan berkah dari Rasulullah SAW," kata Kiai Ma'ruf.

Selain itu, Kiai Ma'ruf juga menyebutkan beberapa penyair Tanah Air yang karyanya mengandung nilai-nilai dakwah.

Menurut dia, banyak para dai dan mubaligh di Indonesia yang ternyata juga seniman ulung atau menggunakan seni sebagai perantara dakwahnya. Begitu juga sebaliknya. "Kita juga banyak menemukan seorang seniman yang sejatinya juga seorang dai," kata Kiai Ma'ruf.

Karena itu, dia berharap Multaqa yang digelar MUI ini bisa membangun sinergi antar seniman dan budayawan Muslim di Indonesia, sehingga ke depannya bisa membentengi bangsa ini dari budaya luar yang dapat menghacurkan. 

"Multaqa ini adalah hajatan besar para seniman dan budayawan Muslim, tidak hanya hajatan besar LSBPI. Di dalam multaqa ini saya berharap tercipta sinergi antarseniman dan budayawan Muslim untuk membentengi bangsa ini dari budaya-budaya destruktif sekaligus tercipta kekuatan kreatif yang melahirkan gagasan-gagasan dan karya-karya yang positif bagi bangsa ini," jelas Kiai Ma'ruf.    

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement