Rabu 15 Jun 2022 06:42 WIB

Iran Yakini Israel Bunuh Dua Ilmuwannya dengan Racun

Dua ilmuwan Iran itu tiba-tiba jatuh sakit pada akhir Mei.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Ani Nursalikah
 Seorang pria Iran mengambil selfie di depan bendera besar Iran selama rapat umum menandai peringatan 43 tahun Revolusi Islam 1979, di alun-alun Azadi (Kebebasan) di Teheran, Iran, 11 Februari 2022. Acara tersebut menandai peringatan ke-43 tahun revolusi Islam, yang terjadi sepuluh hari setelah Ayatollah Ruhollah Khomeini kembali dari pengasingannya di Paris ke Iran, menggulingkan sistem monarki dan membentuk Republik Islam. Iran Yakini Israel Bunuh Dua Ilmuwannya dengan Racun
Foto: EPA-EFE/ABEDIN TAherkenareh
Seorang pria Iran mengambil selfie di depan bendera besar Iran selama rapat umum menandai peringatan 43 tahun Revolusi Islam 1979, di alun-alun Azadi (Kebebasan) di Teheran, Iran, 11 Februari 2022. Acara tersebut menandai peringatan ke-43 tahun revolusi Islam, yang terjadi sepuluh hari setelah Ayatollah Ruhollah Khomeini kembali dari pengasingannya di Paris ke Iran, menggulingkan sistem monarki dan membentuk Republik Islam. Iran Yakini Israel Bunuh Dua Ilmuwannya dengan Racun

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran meyakini Israel membunuh dua ilmuwannya dengan meracuni makanan mereka pada Mei lalu. Pernyataan ini dilaporkan The New York Times dengan mengutip pendapat pejabat Iran.

 

Baca Juga

Dilansir dari Al Arabiya, Selasa (14/6/2022), laporan tersebut mengidentifikasi para ilmuwan sebagai Ayoub Entezari, seorang insinyur penerbangan yang bekerja untuk pusat penelitian militer. Kemudian ada Kamran Aghamolaei yang merupakan seorang ahli geologi.

 

 

Mereka digambarkan sebagai lulusan universitas terbaik yang muda, sehat, dan atletis. Namun, mereka berdua tiba-tiba jatuh sakit pada akhir Mei dan terus bertambah sakit sebelum berakhir di unit perawatan intensif rumah sakit di dua kota berbeda di Iran.

 

Mereka berdua meninggal di hari yang berbeda. Tapi Iran menduga ini adalah pembunuhan yang ditargetkan oleh Israel.

 

Jika kecurigaan Iran terbukti benar, itu akan menjadi bagian dari perang bayangan di mana Israel menargetkan personel militer Iran dan pejabat serta ilmuwan yang terkait dengan program nuklir negara itu. Iran lalu diduga membalas dengan menargetkan warga Israel di luar negeri.

 

Awal pekan ini, media pemerintah Iran mengumumkan dua anggota divisi kedirgantaraan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) meninggal dalam tugas dalam kasus terpisah, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Kedua kematian itu terjadi setelah pembunuhan Kolonel IRGC Sayad Khodai yang ditembak mati di mobilnya oleh dua penyerang sepeda motor di Teheran pada 22 Mei.

The New York Times mengutip seorang pejabat intelijen Israel yang diberi pengarahan tentang komunikasi yang mengatakan Israel telah memberi tahu para pejabat AS bahwa mereka berada di balik pembunuhan Khodai. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement