Selasa 14 Jun 2022 15:17 WIB

Pengurus Baru Ikatan Pengusaha Wahdah Islamiyah Dikukuhkan

IPWI adalah organisasi ikatan pengusaha kader Wahdah Islamiyah.

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Agung Sasongko
Wahdah Islamiyah
Foto: Wahdah.or.id
Wahdah Islamiyah

REPUBLIKA.CO.ID,  MAKASSAR -- Pengurus Baru Ikatan Pengusaha Wahdah Islamiyah (IPWI) Periode 2022-2026 resmi di kukuhkan, pengukuhan berlangsung di Hotel Fourt Points Makassar,  (12/6/2022).

Ketua panitia Temu Pengusaha dan Pengukuhan Pengurus baru Ustaz Saparuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya membangun sinergitas antar sesama pengusaha kader Wahdah Islamiyah agar bisa berkontribusi maksimal dalam dakwah.

Baca Juga

"IPWI adalah organisasi ikatan pengusaha kader Wahdah Islamiyah yang berdiri pada 26 Februari 2017 yang lalu. Semoga acara kita ini semakin memperkuat ukhuwah kita, mempererat sinergi antar pengusaha Wahdah Islamiyah. Sehingga bisa mewujudkan cita-cita kita yakni mewujudkan kemandirian ekonomi ummat, khususnya untuk lembaga kita sehingga kita bisa berkontribusi secara maksimal," ujar Ustaz Saparuddin dalam siaran pers yang diterima //Republika//, Selasa (14/6).

Ustaz Aprianto selaku Ketua Ikatan Pengusaha Wahdah Islamiyah Periode 2022-2026 menyampaikan bahwa pengusaha adalah salah satu profesi mulia dan profesinya Nabi Muhammad.

 

"Pengusaha adalah salah satu profesi yang mulai, dan yang juga merupakan profesi Nabi Muhammad sebelum di utus menjadi rasul dan diangkat menjadi Nabi. Pengusaha tidak hanya dijanjikan kesuksesan di dunia ini, tapi pengusaha yang jujur dan amanah dijanjikan bagi mereka surga yang tinggi," ungkap dia. 

Menurut Ustaz Aprianto menjadi pengusaha adalah sebuah kemuliaan, bahkan Allah memuji orang-orang yang berdagang dan ketika berniaga dan mereka yang datang memenuhi panggilan Allah. 

Sebagai pengusaha Wahdah Islamiyah berharap menjadi pengusaha yang kaya hatinya dan kaya hartanya. Karena banyak orang yang mengatakan bahwa saya cukup kaya hati saja, tidak perlu kaya harta. 

Padahal Islam tidak melarang orang untuk kaya bahkan menganjurkan menjadi orang yang kaya. Sebagaimana kata Nabi, Tidak apa-apa seseorang menjadi kaya tetapi tetap bertakwa. 

"Insya Allah pengusaha-pengusaha Wahdah Islamiyah akan menjadi pengusaha yang bertakwa kepada Allah, pengusaha yang sukses dan banyak uang. Uangnya digunakan untuk ketaatan kepada Allah dan membantu perjuangan dan dakwah Wahdah Islamiyah," tambah dia.

Kegiatan temu pengusaha dan pengukuhan pengurus baru IPWI juga dihadiri langsung oleh Ketua Harian Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah Ustaz Rahmat Abdurrahman sekaligus membuka acara tersebut secara resmi.

"Semoga kegiatan ini bisa menjadi bekal dengan berbagi ilmu pengetahuan, pengalaman dan bagi kita semua adalah hal yang positif. Alhamdulillah data yang terhimpung sebagai pengusaha Wahdah Islamiyah sekitar 600 orang. Sebab kita yakin bahwa dengan jumlah pengusaha yang banyak akan membuat kegiatan-kegiatan dakwah kita semakin berkembang," Ujar Ustaz Rahmat.

Ustaz Rahmat mengatakan bahwa Wahdah Islamiyah berupaya menuju kemandirian secara ekonomi dan akuntabilitas keuangan. Dua visi ini menjadi ruh dalam segala aktivitas bisnis dan ekonomi. Wahdah Islamiyah paham bahwa harus berdiri di atas kaki kita sendiri.

"Kepada para pengurus IPWI yang baru terbentuk, kembangkanlah wahdah dalam jalur pengusaha perkenalkan wahdah kepada jaringan-jaringan pengusaha regional dan nasional. Kita menginginkan Wahdah Islamiyah bukan hanya melahirkan akademisi, Doktor dan Professor tapi juga dapat melahirkan pengusaha-pengusaha level nasional," tutur dia.n

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement