Rabu 27 Apr 2022 03:01 WIB

Kampanye Ramadhan Bantu Akomodasi Pelajar Muslim Beribadah

Sebagian pelajar Muslim di AS alami kesulitan jalani Ramadhan.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Agung Sasongko
Pelajar muslim selepas pulang dari sekolah. (ilustrasi)
Foto: www.superstock.co.uk
Pelajar muslim selepas pulang dari sekolah. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  DEARBORN -- Penulis dan ilustrator, Huda Fahmy membuat poster untuk membantu pendidik mengakomodasi siswa selama Ramadhan. Sebelumnya ketika Huda Fahmy tumbuh di Dearborn, cara sekolahnya menangani siswa selama Ramadhan dianggap tidak cukup bagus untuk diandalkan.

“Mereka seperti, baiklah, semua Muslim akan berada di auditorium saat makan siang. Kami bisa mendengar gelombang perut yang menggerutu," kata Fahmy dilansir dari laman WDET pada Selasa (26/4/2022).

 

Untuk itu, ketika Fahmy menemukan tweet dari penulis, Aya Khalil yang menawarkan panduan komprehensif tentang mengakomodasi siswa selama bulan puasa, maka dia mengulurkan tangannya.

 

Adapun Fahmy adalah penulis dan ilustrator komik web 'Yes I'm Hot in This'. Kolaborasinya dengan Khalil menghasilkan poster gratis yang kini tersedia di situs Fahmy. Nasihat ini mencakup cara menangani olahraga, tugas besar, dan ujian.

 

“Salah satu yang utama adalah, pertama-tama, pastikan siswa Anda beragama Islam,” kata Fahmy tentang bagaimana guru dapat mengakomodasi selama Ramadhan.  

 

“Banyak orang mungkin berpikir bahwa, Anda tahu, seorang anak Arab adalah Muslim, atau jika mereka berkulit cokelat, mereka Muslim atau semacamnya. Dan tentu saja, bukan itu masalahnya,” lanjut dia. 

 

Fahmy mengatakan, penting juga untuk memikirkan bagaimana membicarakan Ramadhan dengan siswa.

 

“Kami tidak ingin komentar seperti 'oh, wow, itu pasti sangat melelahkan.' Karena, Anda tahu, kami tidak perlu mendengar betapa sulitnya itu. Kami tahu ini sulit. Kami tidak butuh belas kasihan. Kami bahkan tidak membutuhkan simpati. Bukan itu yang kami inginkan,” ucap Fahmy.

 

“Jika Anda ingin mengatakan sesuatu seperti 'wow, pencapaian hebat yang Anda lakukan, Anda pasti sangat bersemangat.' Kami ingin memperkuat dengan pernyataan positif dan tidak membuat anak-anak merasa, Anda tahu, merasa buruk untuk tindakan ibadah yang mereka pilih untuk ambil bagian,” lanjut Fahmy. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement