Kamis 14 Apr 2022 05:00 WIB

Malaysia Targetkan Rakyat Berpenghasilan Rendah Bisa Naik Haji

Malaysia Targetkan Rakyat Berpenghasilan Rendah Bisa Naik Haji

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Muhammad Hafil
Malaysia Targetkan Rakyat Berpenghasilan Rendah Bisa Naik Haji. Foto:   Jamaah haji sedang wukuf di Arafah (Ilustrasi)
Foto: Dok Republika
Malaysia Targetkan Rakyat Berpenghasilan Rendah Bisa Naik Haji. Foto: Jamaah haji sedang wukuf di Arafah (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Lembaga Tabung Haji (TH) Malaysia sedang mengkaji perlunya membuat penataan pembayaran haji yang tepat sasaran, sesuai dengan kemampuan dan pendapatan jemaah haji. Penataan tersebut perlu diwujudkan untuk membantu mereka yang ingin menunaikan ibadah haji.

Direktur Eksekutif Haji TH, Datuk Seri Syed Saleh Syed Abdul Rahman, mengatakan penataan pembayaran haji bisa membantu calon jamaah haji khususnya golongan B40 (berpendapatan rendah), untuk menunaikan rukun Islam kelima meski kurang mampu.

Baca Juga

Ia mengatakan sejauh ini belum ada keputusan yang diambil terkait hal tersebut, karena perlu mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak. “Secara garis besar, ada jemaah muassasah, ada jemaah paket pribadi,” ungkap Syed Saleh dilansir dari Bernama, Rabu (13/4/2022).

Jamaah haji paket pribadi adalah mereka yang mampu dan tidak membutuhkan bantuan dana. Sedangkan jemaah muassasah memiliki berbagai kategori, termasuk kelompok berpenghasilan rendah.

“Hal ini kami pertimbangkan, dan kami mendapatkan masukan dari berbagai pihak termasuk ekonom, akademisi, agen perjalanan, dan pemerintah, apakah perlu membuat struktur pembayaran haji lain yang ditargetkan sesuai dengan kemampuan jemaah," katanya lagi.

Dia juga membantah kenaikan biaya jemaah muassasah tahun ini karena kesulitan keuangan yang dihadapi TH. Karena TH sendiri telah mengumumkan pembagian dividen kepada para kontributor, yang menunjukkan bahwa kondisi keuangan TH baik-baik saja.

Dia mengatakan kenaikan itu bukan karena inflasi, faktor pajak, atau layanan lainnya di Arab Saudi. Syed Saleh juga mengatakan bahwa biaya haji adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk seluruh haji, meliputi pembayaran haji dan bantuan keuangan haji, serta dibagi menjadi biaya langsung dan tidak langsung.

“Biaya langsung adalah biaya yang perlu dikeluarkan untuk melaksanakan haji, termasuk biaya penerbangan, akomodasi, makanan, transportasi bus, dan layanan yang disiapkan oleh Arab Saudi,” papar Syed Saleh.

Sedangkan biaya tidak langsung adalah layanan dan fasilitas yang disiapkan oleh TH secara gratis untuk jamaah, seperti penerbitan buku kursus haji, pembayaran pejabat, dan pelayanan kesehatan.

“Bantuan dana haji adalah pembayaran yang ditanggung oleh TH bagi jemaah haji, sedangkan pembayaran haji adalah pembayaran yang ditanggung oleh jemaah haji yang menunaikan ibadah haji,” ujarnya.

Mengenai perkiraan total biaya dan pembayaran haji tahun ini, ia mengatakan hal itu akan segera diumumkan. Menurut Saleh, saat ini TH sedang menunggu pemerintah Saudi mengumumkan kuota jemaah haji asal Malaysia, yang diperbolehkan menunaikan ibadah haji musim ini.

 

 

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement