Ahad 20 Feb 2022 22:22 WIB

HNW: Dunia Kedokteran Modern Terinspirasi Rasulullah Soal Pandemi

Rasulullah SAW mengajarkan prinsip personal distancing dan social distancing

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, secara daring, pada acara Temu Tokoh Nasional / Kebangsaan. Acara tersebut merupakan kerjasama MPR dengan Yayasan Muda Visa Mandiri, berlangsung di SDIT Matahari,  Jalan Jurangmangu Barat, Tangerang, Banten, Ahad (22/11)
Foto: MPR
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, secara daring, pada acara Temu Tokoh Nasional / Kebangsaan. Acara tersebut merupakan kerjasama MPR dengan Yayasan Muda Visa Mandiri, berlangsung di SDIT Matahari, Jalan Jurangmangu Barat, Tangerang, Banten, Ahad (22/11)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid atau HNW menegaskan, Rasulullah SAW telah menginspirasi dunia kedokteran saat pandemi seperti sekarang. Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menjelaskan, hadis dari Rasulullah bahkan dikutip media barat Newsweek. Pada awal pandemi, media tersebut mengingatkan kepada khalayak betapa Rasulullah mengajarkan kepada umat Islam bagaimana menghadapi wabah. 

“Dalam posisi ini kita diingatkan kepada seorang manusia yang hidup belasan abad yang lalu. Dia bukan seorang dokter. Tapi pernyataannya menjadi ajaran yang diikuti.  Dan kita semuanya dunia kedokteran modern mengikutinya. Siapa itu? Muhammad SAW,”ujar HNW saat mengikuti Musyawarah Kerja Nasional BSMI 2022 yang diselenggarakan secara virtual, Ahad (20/2). 

HNW menjelaskan,  Rasulullah SAW mengajarkan  prinsip  personal distancing dan social distancing. Beliau SAW juga mengajarkan prinsip tentang karantina yang menghadirkan pemisahan. Seperti dikutip dari salah satu hadis, “Jauhilah orang yang terkena penyakit menular sebagaimana engkau menjauhi kejahatan dari harimau.”

photo
Mukernas BSMI 2022 - (Tangkapan layar Youtube Mukernas BSMI 2022)

Menurut Hidayat, hal tersebut dilakukan oleh Umar bin Khattab Ra ketika berada di Amwas dan terjadi Thaun. Terjadi dialog dengan Abu Ubaidah. Abu Ubaidah mempersilakan untuk masuk tetapi Umar tidak mau masuk. Kemudian, terjadilah dialog. "Amirul Mukminin apakah anda takut dari takdir Allah. Kemudian dijawab dengan saya meninggalkan takdir Allah menuju takdir Allah yang lain."

 

Hidayat menjelaskan, Umar sadar jika disana ada thaun yang notabene merupakan penyakit menular."Itu takdir yang sedang terjadi. tapi tidak masuk ke takdir itu untuk masuk ke takdir yang lain.  Ada pemilahan, pemisahan, distancing dan karantina,"lanjut dia.

Dia mengungkapkan, Ibnu Sinna yang dikenal sebagai bapak dari ilmu kedokteran modern lantas mengadposi ini. Cendikiawan yang oleh dunia barat kerap disapa sebagai Avicenna ini menerapkan prinsip karantina dengan merujuk kepada hadis Rasulullah SAW dan apa yang dilakukan oleh Umar bin Khattab Ra. 

“Inilah dalam konteks kita kaum Muslimin pentingnya kehadiran dari agama kita. Pentingnya dari para dokter Muslim untuk terus menghadirkan  kebenaran dari risalah Islam untuk membawa realisasi dari Islam Rahmatan Lil Alamin,”ujar dia.  

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement