Senin 17 Jan 2022 22:24 WIB

Cak Nur, Pancasila, dan Persoalan Moral yang Sisakan PR 

Pemikiran Cak Nur tentang Pancasila dan Indonesia selalu relevan

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Nashih Nashrullah
Ilustrasi Pancasila. Pemikiran Cak Nur tentang Pancasila dan Indonesia selalu relevan
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi Pancasila. Pemikiran Cak Nur tentang Pancasila dan Indonesia selalu relevan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Persoalan moral disebut sebagai penyebab masih ditemukannya berbagai persoalan yang ditemui di negara ini, yang salah satunya merupakan persoalan mendasar, yaitu keadilan sosial. Hal itulah yang dinilai menyebabkan Indonesia dengan Pancasila-nya tidak berjalan sesuai dengan cita-cita. 

"Kalau kemudian kita masih menghadapi problem-problem, termasuk problem keadilan sosial ya yang cukup mendasar, menurut Cak Nur itu bukan problem Pancasila. Cak Nur menyebutnya sebagai problem moral," ungkap Dosen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina, Suratno, dalam diskusi bertajuk "Cak Nur, Pancasila, dan Indonesia yang Adil, akhir pekan lalu, Jumat (14/1/2022). 

Baca Juga

Lebih lanjut Suratno mengatakan, persoalan moral yang dia maksud tersebut merupakan persoalan yang dimiliki oleh penyelenggara negara maupun masyarakat.

Lebih lanjut, kata dia, Cak Nur menyebut penyelenggara negara yang mengalami persoalan tersebut sebagai pengkhianat bangsa karena mereka mendapatkan amanat yang lebih besar untuk mengawal perjalanan bangsa ini. 

 

 "Terutama untuk para penyelenggara negara karena mereka mendapatkan amanat yang lebih besar untuk mengawal perjalanan bangsa ini, mengimplementasikan Pancasila, Cak Nur bahkan menyebutnya sebagai pengkhianat bangsa, " kata dia. 

Suratno mengungkapkan, sosok bernama lengkap Nurcholish Madjid itu berulang kali menjelaskan, secara konseptual Pancasila sebagai platform bersama merupakan modal optimis bagi bangsa Indonesia. Dengan Pancasila, kata dia, bangsa ini sejatinya memiliki punya modal yang sangat kuat memegang satu optimisme dalam bernegara. 

"Etika kebangsaan masuk, etika kemodernan masuk, etika keagamaan juga masuk. Sehingga, kalau menurut Cak Nur, kalau dibandingkan dengan negara-negara lain Pancasila sebagai suatu ideologi dan filosofi berbangsa dan bernegara itu sangat cocok dengan aspek-aspek kultural dan politik yang ada di Indoensia," terang dia. 

Sementara itu Ketua Yayasan Karakter Pancasila, Zaim Uchrowi, mengungkapkan, Pancasila merupakan konsep yang besar dan suatu nilai yang luar biasa.

Dengan modal nilai yang besar, hebat, dan luar biasa itu, semestinya bangsa Indonesia bisa tumbuh menjadi bangsa yang maju sebagaimana bangsa maju lain yang memiliki nilai yang dianut masing-masing. 

"Itu sudah dibuktikan oleh beberapa negara lain, seperti Jepang sendiri punya Bushido. Kemudian kalau kita bicara Amerika Serikat ada American Dream. Nilai-nilai itu ternyata mampu mengantarkan bangsanya, masyarakatnya, menjadi masyarakat yang maju," kata Zaim.    

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement