Senin 17 Jan 2022 17:32 WIB

2 Tipe Keluarnya Roh Saat Meninggal, Termasuk Manakah Kita?

Roh manusia keluar dari jasad akan tergantung dengan amal perbuatannya

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah
Alam kubur rumah kematian (Ilustrasi). Roh manusia keluar dari jasad akan tergantung dengan amal perbuatannya
Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Alam kubur rumah kematian (Ilustrasi). Roh manusia keluar dari jasad akan tergantung dengan amal perbuatannya

REPUBLIKA.CO.ID, Kematian adalah keniscayaan meski terjadi dengan cara yang berbeda-beda. Ada dua tipe kondisi manusia ketika rohnya keluar dari jasadnya.

Tipe kondisi pertama adalah manusia yang keluar rohnya dengan cara atau keadaan yang baik, sebagaimana firman Allah  ﷻ dalam surat An Nahl:

Baca Juga

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan. (Surat An Nahl ayat 32).  

Sedangkan tipe kondisi kedua adalah orang yang rohnya itu keluar dengan cara dipukul wajah dan dubur orang tersebut.

Dalam siaran di kanal You Tube nya, pengajar hukum Islam Universitas Al Azhar Mesir, Dr Mabruk Athiyah menjelaskan keterangan atau dalil tentang bagaimana matinya orang tipe kedua. Yakni sebagaimana firman Allah ﷻ dalam surat Muhammad:  

فَكَيْفَ إِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ “Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat mencabut nyawa mereka seraya memukul-mukul muka mereka dan punggung mereka?” (QS Muhammad ayat 27). 

Dr Athiyah juga memberitahukan tentang ayat lainnya yang menjelaskan tentang keadaan menakutkan orang ketika mati. Sebagaimana terdapat dalam surat Al Anam sebagai berikut: 

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَنْ قَالَ سَأُنْزِلُ مِثْلَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰ إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ ۖ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada diwahyukan sesuatupun kepadanya, dan orang yang berkata: "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah". Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu" Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya (QS Al Anam ayat 93). 

Dr Athiyah menjelaskan bahwa tipe orang kedua yang meninggal dengan cara seperti itu adalah orang-orang yang meninggalkan ibadah, tidak mengingat Allah, dan memakan harta orang lain secara zalim.

 

Sumber: masrawy

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement