Senin 11 Oct 2021 07:25 WIB

BWA Gelar Indonesia Ngaji Safari Dakwah di Kalimantan Barat

Safari Dakwah BWA diadakan di Pontianak, Ketapang dan Pulau Karimata.

Badan Wakaf Alquran (BWA) menggelar Indonesia Ngaji BWA Safari dakwah di tiga lokasi di Kalimantan Barat, 24-27 September 2021.
Foto: Dok BWA
Badan Wakaf Alquran (BWA) menggelar Indonesia Ngaji BWA Safari dakwah di tiga lokasi di Kalimantan Barat, 24-27 September 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK  -- Pulau Karimata terletak di wilayah selat perairan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera. Pulau terpencil yang termasuk wilayah Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Untuk dapat mencapai Pulau Karimata, dibutuhkan waktu kurang lebih delapan  jam perjalanan laut dari Pelabuhan Sukadana, Kayong Utara. Pulau yang berpenduduk kurang lebih 1.400 orang ini berstatus Suaka Alam Laut (SAL) sehingga sangat dijaga kelestarian alamnya. 

BWA Inovasi Wakaf melalui Program Wakaf Alquran dan Pembinaan (WAP) melihat kebutuhan Alquran yang sangat dirindukan oleh masyarakat Pulau Karimata. Oleh karenanya melalui Proyek WAP Kalimantan Barat, Badan Wakaf Alquran (BWA) telah mendistribusikan 60 ribu Alquran wakaf untuk wilayah Kalimantan Barat termasuk sampai ke Pulau Karimata yang merupakan pulau terpencil.

Dalam rangka menjalankan Program Wakaf Alquran dan Pembinaan, BWA Inovasi Wakaf melaksanakan event Indonesia Ngaji BWA Safari Dakwah di Kalimantan Barat. Ini merupakan acara kelanjutan dari pendistribusian 60 ribu Wakaf Alquran di seluruh wilayah Kalimantan Barat. Tim Indonesia Ngaji BWA yang bertugas menjalankan program pembinaan mengajak Ustadz Haikal Hassan untuk safari dakwah di Kalimantan Barat. 

Acara Indonesia Ngaji BWA Safari Dakwah bersama Ustadz Haikal Hassan diadakan tanggal 24-27 September 2021 di tiga lokasi di Kalimantan Barat yaitu Pontianak, Ketapang dan puncak acaranya Tabligh Akbar di Pulau  Karimata. Untuk menyukseskan acara tersebut, Tim Indonesia Ngaji BWA bekerja  sama dengan panitia lokal yaitu Masjid Kapal Munzalan di Pontianak, Komunitas Biker Hijrah di Ketapang dan Panitia di Pulau Karimata. 

Rangkaian Indonesia Ngaji BWA Safari Dakwah di Kalimantan Barat dimulai dari Kota Pontianak yaitu di Masjid As Salam dan dihadiri sekitar 600 jamaah. Esok harinya dilanjutkan selepas shalat Subuh di Masjid Kapal Munzalan dan dihadiri oleh sekitar 400 Jamaah. 

“Semoga dengan pendistribusian 60 ribu Alquran Wakaf di Kalimantan Barat dan dilakukannya pembinaannya oleh Indonesia Ngaji BWA bisa menambah keimanan dan ketakwaan kaum muslimin di Kalimantan Barat,” kata Ustadz Adia Nugraha, pengurus DKM Masjid Kapal Munzalan seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Senin (11/10).

Setelah itu, Tim Indonesia Ngaji BWA bergerak menuju kota Ketapang dengan perjalanan menggunakan speedboat selama tiga jam.  Acara Indonesia Ngaji BWA Safari Dakwah Kalimantan Barat di Ketapang diadakan di Taman Qolbun Salim. Acara tausiah oleh Ustadz Haikal Hassan ini dihadiri oleh 500 jamaah dari komunitas Biker Hijrah. 

“Acara ini sangat bermanfaat bagi para biker yang membutuhkan pembekalan ilmu agama dan pembekalan moral untuk hijrah,” kata Mohamad Saleh sebagai Ketua Ketapang Brotherhood. 

Esok harinya acara Indonesia Ngaji BWA Safari Dakwah berlangsung di Pendopo Qolbun Salim selepas shalat Subuh berjamaah. Ustadz Haikal Hassan mengajak para jamaah yang merupakan jamaah Subuh Keliling (Suling) untuk terus memuliakan Alquran. Setelah selesai acara, Tim Indonesia Ngaji BWA bergerak untuk menuju Pulau Karimata.

Perjalanan ke Pulau Karimata didukung oleh Lantanal XII Pontianak dengan menyediakan KAL Lemukutan sebagai alat transpostasi menuju Pulau Karimata sehingga perjalanan menjadi lebih cepat. Acara Tabligh Akbar di Pulau Karimata berlangsung malam hari yang diawali dengan acara khataman Alquran oleh anak-anak Pulau Karimata.

Ustadz Haikal Hassan mengajak masyarakat Pulau Karimata yang tinggal di pulau terpencil seperti ini untuk menjaga ukhuwah. “Mari perkuat jalinan  silaturahim antara warga,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 1000 jamaah. “Ini acara yang dirindukan oleh masyarakat Pulau Karimata. Mereka merindukan acara khataman Alquran bersama dan dilanjutkan dengan tabligh akabr oleh ulama nasional seperti Ustadz Haikal Hassan,” tutur Eko selaku kordinator acara tabligh akbar di Pulau Karimata.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement