Jumat 01 Oct 2021 15:30 WIB

UAS: Fatal Paham Ayat Tapi tak Paham Sejarah

Memahami ayat Alquran tanpa paham konteks sejarah membawa pada kesalahan fatal

Rep: Andrian Saputra/ Red: A.Syalaby Ichsan
Ustaz Abdul Somad didampingi Rektor Unhas Dwia Ariestina Pulubuhu, saat bersilaturahim dan bertemu dengan civitas akademika Universitas Hasanuddin, Jumat (2/10) di Makassar.
Foto: Humas Unhas
Ustaz Abdul Somad didampingi Rektor Unhas Dwia Ariestina Pulubuhu, saat bersilaturahim dan bertemu dengan civitas akademika Universitas Hasanuddin, Jumat (2/10) di Makassar.

REPUBLIKA.CO.ID, Memahami sejarah Islam dan kehidupan Nabi Muhammad Shalallahu laihi wa Salam sangat penting bagi setiap Muslim. Dengan mempelajari sejarah, seorang Muslim bisa melihat peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau lewat pemahaman secara lebih menyeluruh. Lebih dari itu,  siroh akan membuat seorang Muslim terhindar dari kesalahpahaman terutama dalam memahami teks-teks agama. 

Pendakwah yang juga alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir, Ustaz Abdul Somad (UAS) mencontohkan tentang fatalnya  memahami sebuah ayat dengan tidak memahami sejarah. Seperti halnya, ada orang yang salah dalam mengambil kesimpulan dari ayat 39 surat Al Anfal sehingga berpendapat bahwa Rasulullah menyebarkan Islam dengan membunuh dan perang. Padahal, Rasulullah membangun Islam penuh perdamaian. Di Madinah, umat Islam bahkan hidup berdampingan penuh damai dengan non Muslim. 

Rasulullah pun menjamin dan melindungi non Muslim di Madinah yang mau hidup berdampingan dalam kedamaian. Sementara, ayat 39 surat Al Anfal adalah seruan untuk melawan kafir harbi yakni kaum Quraisy Makkah yang memerangi Islam dan ingin membunuh nabi.  Sebab itu, UAS berpendapat, pemahaman keliru terhadap Islam bisa jadi karena tidak mempelajari sejarah. Menurut dia, ketidaktahuan seorang Muslim terhadap sejarah Islam bahkan dapat membuatnya termakan isu-isu yang dibuat oleh orang-orang yang memusuhi Islam. 

"Kenapa bisa muncul pemahaman yang kacau, itu karena tidak belajar siroh. Jadi dengan membaca siroh itu membentengi diri kita, setelah kita mengerti barulah kita bisa membela Islam. Membela islam tidak bisa dengan marah mengamuk, tapi dengan merunut kan ini (sejarah)," kata ustaz Abdul Somad saat mengisi Membaca Sejarah Nabi Muhammad yang diselenggarakan Majalah Mata Air beberapa waktu lalu.

Dengan mempelajari siroh, kaum Muslimin juga akan mengetahui sebab-sebab turunnya Alquran (Asbabun Nuzul) dan sebab-sebab turunnya hadis (Asbabul Wurudh). Sehingga dengan itu akan memperoleh pemahaman yang utuh terhadap teks Alquran dan hadis. Ustaz Abdul Somad mencontohkan terdapat hadis Nabi yang menjelaskan bahwa mayat akan disiksa bila ada anggota keluarganya meratap. Bila seseorang tidak mempelajari siroh maka tidak akan memahami mengapa mayat tersebut mendapat siksa padahal yang meratap adalah anggota keluarganya. 

UAS menjelaskan berdasarkan siroh,  orang-orang jahiliyah mempunyai tradisi mengukur status sosial satu keluarga ketika salah satu anggota keluarga itu ada yang mati. Ketika masih hidup, orang jahiliyah yang kuat ekonominya akan mewasiatkan pada anggota keluarganya semisal pada anaknya untuk menyewa kelompok meratap yang bertugas untuk meratap ketika ia mati. Saat dia mati, kelompok ratap beserta anggota keluarganya akan meratap sekuat-kuatnya sebagai tanda tingginya status keluarga mereka. Dari siroh tersebut dapat dipahami sebab mayit memperoleh siksa. 

Begitupun dengan riwayat hadis yang menyebutkan bahwa tidak beruntung kaum bila dipimpin seorang perempuan. Ustaz Abdul Somad menjelaskan dalam asbabul wurud dapat di temukan keterangan sejarah bawah pada masa lalu Kerajaan Persia ditinggal mati pemimpinnya. Kemudian, kerajaan itu mengangkat raja yakni anak perempuan yang masih kecil. Padahal pada saat itu Persia tengah bertempur melawan Romawi. Maka dari itu, Rasulullah menjelaskan bahwa kaum Persia tidak akan beruntung atau menang karena dipimpin oleh anak perempuan kecil. "Dengan belajar siroh kita tidak melepaskan teks dsri konteks, belajar siroh mengerti asbabun nuzul ayat dan asbabul wurudh hadits, belajar siroh memahami sejarah Islam yang mengitari Nabi," kata dia.

Ustaz Afiat Fahma Zamani menjelaskan dengan mempelajari siroh maka seorang Muslim bisa menghadirkan hakikat Islam dilihat dalam perspektif yang menyeluruh. Sehingga bisa mempraktikkan dan mengamalkan ajaran Islam secara menyeluruh. Dengan mempelajari siroh seorang Muslim akan menemukan sosok Nabi Muhammad sebagai teladan dalam kehidupan. Serta interaksi dan sikap Rasulullah dengan non Muslim serta orang-orang yang memusuhinya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement