Selasa 06 Jul 2021 21:09 WIB

Kepala Kemenag Bekasi: Pesantren Nuu Waar Istimewa

Kepala Kemenag Bekasi berjanji akan membantu percepatan perkembangan pesantren.

epala Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, H. Sopian, bersilaturahim ke Pondok Pesantren Nuu Waar, Setu, Bekasi, Jawa Barat.
Foto: Dok AFKN
epala Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, H. Sopian, bersilaturahim ke Pondok Pesantren Nuu Waar, Setu, Bekasi, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, H. Sopian, bersilaturahim ke Pondok Pesantren Nuu Waar, Setu, Bekasi, Jawa Barat. Dalam silaturahim tersebut, H Sopian melihat secara langsung santri dan santriwati Nuu Waar yang tengah mengikuti kegiatan Study Motivation Motivation Emas dari tanggal 20 – 27 Juni 2021.

 

Baca Juga

“Ini pondok pesantren istimewa. Saya bangga pesantren ini berada di Kabupaten Bekasi. Pesantren ini berbeda dengan yang lain karena mayoritas santrinya berasal dari anak-anak wilayah Timur,” ujar H Sopian saat menyampaikan sambutannya di Masjid Nuu Waar.

Karena keistimewaan itu, H Sopian merasa perlu untuk mendorong percepatan perkembangan pondok pesantren ini. “Insya Allah, Kementerian Agama Kabupaten Bekasi akan membantu pembuatan izin operasional sekolah, baik untuk tingkat PAUD, MI, MTs, dan MA,” ungkapnya di hadapan segenap guru, pengasuh, dan pimpinan Pondok Pesantren Nuu Waar.

Pondok Pesantren Nuu Waar yang didirikan oleh ulama asal Irian Jaya (Nuu Waar), Ustadz M Zaaf Fadzlan Rabbany Al-Garamatan mendidik 750 santri. Sebagian besar dari wilayah Irian Jaya, serta beberapa wilayah timur Indonesia lainnya. Ada juga santri yang berasal dari Pekanbaru dan beberapa daerah di sekitar Jakarta dan Bekasi.

H Sopian dalam kunjungan singkat itu merasa terharu saat mengikuti sholat berjamaah di Masjid Nuu Waar yang tengah dalam proses pembangunan. “Saya terharu mendengarkan azan dan iqomah di masjid ini, serasa berada di Makkah,” ucap H Sopian yang sempat menitikkan air mata saat disambutkan dengan lantunan sholawat badar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement