Jumat 02 Jul 2021 13:45 WIB

Ratusan Orang Protes Soal Uighur di Kedubes China di Inggris

AS, Kanada, dan Belanda menyebut tindakan China terhadap Uighur sebagai genosida.

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah
Ratusan Orang Protes Soal Uighur di Kedubes China di Inggris. Ratusan orang unjuk rasa di luar kantor kedutaan China, Kamis (1/7). Mereka memprotes perlakuan pemerintah China terhadap kaum minoritas Muslim Uighur ketika China memperingati peringatan 100 tahun Partai Komunis China.
Foto:

Berasal dari kota Urumqi, ibu kota wilayah Xinjiang Uighur, Asiaya meninggalkan China pada 2003 untuk belajar di Jepang. Terakhir kali dia mengunjungi kampung halamannya pada 2010. Setelah adanya tindakan keras, ia terpaksa melarikan diri dan menyaksikan saudaranya berada di kamp pendidikan.

“Saya belum melihat ibu saya sejak meninggalkan China pada 2010. Jika saya menelepon keluarga saya, saya khawatir orang China akan membawa mereka ke kamp pendidikan,” ucap dia.

Parlemen AS, Kanada, dan Belanda menyebut tindakan China terhadap Uighur sebagai bentuk genosida. Sementara AS telah menjatuhkan sanksi pada beberapa pejabat China. Sampai saat ini China menolak tuduhan genosida dan memperingatkan negara-negara Barat tidak ikut campur dalam urusan internalnya.

https://www.middleeasteye.net/news/china-uighurs-hundreds-rally-uk-embassy-plight-muslim-minority

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement