Ahad 23 May 2021 00:33 WIB

5 Pernyataan Forum Zakat Sikapi Krisis Kemanusiaan Palestina

Forum Zakat mengajak umat Islam Tanah Air membantu rakyat Palestina

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Ketua Umum Forum Zakat (FOZ) Bambang Suherman (tengah) memberikan keterangan terkait Krisis Kemanusiaan yang terjadi di Palestina, Jakarta, Jumat (21/5).
Foto: Prayogi/Republika.
Ketua Umum Forum Zakat (FOZ) Bambang Suherman (tengah) memberikan keterangan terkait Krisis Kemanusiaan yang terjadi di Palestina, Jakarta, Jumat (21/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Forum Zakat (FOZ) menyampaikan, sebagaimana diketahui telah dicapai kesepakatan gencatan senjata antara pihak Palestina dan Israel. Kesepakatan ini harus ditindaklanjuti dengan berbagai upaya yang dipandang perlu untuk memberikan pertolongan, penyelamatan, dan pemulihan trauma bagi warga sipil serta kalangan paling rentan terdampak kekerasan.  

Ketua Umum FOZ, Bambang Suherman, menyampaikan menyikapi perkembangan terkini di Palestina, FOZ sebagai asosiasi organisasi pengelola zakat yang beranggotakan 163 lembaga dari berbagai latar belakang dan skala menyatakan sikap. Pertama, menyambut baik penghentian aksi kekerasan melalui kesepakatan gencatan senjata antara pihak Palestina dan Israel.

Baca Juga

"FOZ mendesak agar disegerakan segala upaya untuk memberikan pertolongan mengurangi penderitaan, dan menangani trauma yang dialami warga sipil, anak-anak, perempuan, dan lansia akibat rangkaian kekerasan yang terjadi," kata Bambang saat menyampaikan pernyataan sikap FOZ di Hotel Sofyan Cut Meutia, Jumat (21/5). 

Dia mengatakan, yang kedua, FOZ megutuk keras atas tindakan kekerasan bersenjata yang dilakukan tentara Israel di wilayah Gaza serta Yerusalem Timur, Palestina. Tindakan kekerasan dan diskriminatif menjurus pada praktek apartheid di wilayah Palestina adalah pelanggaran atas Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948 yang menjadi konsensus global atas penghormatan dan perlindungan hak manusia, terutama di situasi konflik bersenjata. 

"Ketiga, mendukung langkah diplomasi pemerintah Indonesia selaku anggota dewan HAM PBB 2020-2022 pada pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait aksi penggusuran dan kekerasan bersenjata, praktek diskriminatif menjurus pada apartheid yang dilakukan Israel dan berencana membawanya menjadi salah satu agenda pada pertemuan Dewan Keamanan PBB dan mendorong peran aktif pemerintah," ujarnya. 

Bambang mengatakan, keempat, FOZ mendukung setiap upaya pemerintah Indonesia agar bantuan kemanusiaan dapat segera dibuka dan dikirim secara langsung kepada masyarakat terdampak di wilayah Gaza maupun Yerusalem Timur. 

"Kelima, FOZ mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengirimkan doa sekaligus memberikan dukungan moril melalui saluran-saluran sosial media agar konflik yang terjadi di Palestina segera berakhir dan dukungan materiil melalui Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) anggota FOZ," ujarnya.    

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement