Jumat 14 May 2021 14:19 WIB

Perayaan Idul Fitri yang Beragam Kembali Hidup di Saudi

Warga Saudi menjadi lebih tenang dan bersemangat merayakan Idul Fitri.

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah
Perayaan Idul Fitri yang Beragam Kembali Hidup di Saudi. Perayaan Idul Fitri di Arab Saudi.
Foto: arab news
Perayaan Idul Fitri yang Beragam Kembali Hidup di Saudi. Perayaan Idul Fitri di Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Idul Fitri tahun lalu di Arab Saudi terbatas pada perayaan kecil di rumah karena diberlakukannya jam malam 24 jam di seluruh Kerajaan. Namun tahun ini, perayaan Idul Fitri yang beragam di Saudi seolah kembali ‘hidup’.

Dilansir di Arab News, Jumat (14/5), Idul Fitri tahun ini, warga Saudi menjadi lebih tenang dan bersemangat merayakan acara tersebut bersama keluarga mereka. Setelah sebulan berpuasa dan melakukan ritual keagamaan, banyak yang bersiap menyambut Idul Fitri dengan sholat subuh bersama tetangga dan makan pagi bersama keluarga dekat.

Baca Juga

Pesta hijazi, misalnya, selalu penuh dengan hidangan tradisional manis dan gurih seperti ta'ateemah, dibyaza, kelinci, ma'asoup, dan roti fatoot. Semua hidangan ini terkenal di wilayah Hijaz di mana biasanya disiapkan dan disajikan oleh nenek, untuk memastikan seluruh keluarga berkumpul di hari pertama.

Seorang warga Haneen Fahad (40 tahun) mengatakan sholat Idul Fitri amat ditunggu-tunggu oleh banyak orang Saudi karena ini adalah pertemuan sosial pertama yang dilangsungkan setelah setalah dua tahun pandemi. “Salah satu hal yang sangat saya kagumi adalah menyiapkan beberapa hadiah untuk anak-anak saya untuk dibagikan kepada anak-anak lain di masjid setelah sholat Idul Fitri,” kata dia.

Dia menambahkan tidak ada yang bisa dibandingkan dengan perasaan spiritual dan mendebarkan di hari pertama Idul Fitri. “Ada banyak kesenangan. Begitu seluruh keluarga berkumpul, banyak kegiatan dimulai, di mana saudara yang lebih tua mulai membagikan uang lebarannya kepada anak-anak dan orang dewasa, keluarga mulai bertukar hadiah, dan semua orang terlihat rapi, segar, dan bahagia,” kata dia.

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement