Rabu 03 Mar 2021 20:29 WIB

Pascaserangan, Muslimah Kulit Hitam di Edmonton Ketakutan

Muslimah di Edmonton diminta waspada saat berada di angkutan umum.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Pascaserangan, Muslimah Kulit Hitam di Edmonton Ketakutan. Ilustrasi Islamofobia
Foto:

Pada Februari, seorang pria membuat komentar rasial dan menjadi agresif terhadap seorang wanita di pusat transit Universitas Alberta. Pada hari yang sama, seorang pria muncul di belakang seorang wanita yang berjalan di lingkungan yang populer, mendorongnya ke tanah dan mengancam akan membunuhnya serta merobek burqanya.

Serangan terbaru terjadi pada 17 Februari. Dewan Nasional Muslim Kanada mengatakan seorang pria mendekati seorang wanita Muslim berkulit hitam yang mengenakan jilbab di stasiun transit Century Park, mengumpat dan mengancam akan membunuhnya.

Para pemimpin politik, termasuk Perdana Menteri Jason Kenney, angkat bicara menentang serangan tersebut. Tapi CEO Dewan Muslim Nasional mengatakan kecaman saja tidak cukup.

Mustafa Farooq mengatakan pemerintah Alberta menutup mata terhadap lingkungan di mana komunitas rasial di kawasan itu diusir. "Rasisme Anti-Hitam adalah masalah nyata di Alberta,” katanya. 

"Begitu banyak yang bisa dilakukan dengan segera, tapi itu tidak terjadi," katanya.

 

Daley menambahkan aksi unjuk rasa dan pawai baru-baru ini di Edmonton dan Calgary untuk menentang tindakan Covid-19 adalah contoh bagaimana pandemi telah memperburuk rasialisme di Alberta. Beberapa peserta terlihat membawa obor tiki, yang menurut banyak orang merupakan simbol yang digunakan oleh para supremasi kulit putih.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement