Jumat 21 Aug 2020 20:57 WIB

Islam di Israel, Populasi Naik dan Entitas yang Ditakuti

Jumlah populasi umat Islam di Israel terus bertambah karena tingkat kesuburan.

Jumlah populasi umat Islam di Israel terus bertambah karena tingkat kesuburan. Yerusalem Timur yang dikuasai ZIonis Israel (ilustrasi).
Foto: AP/Mahmoud Illean
Jumlah populasi umat Islam di Israel terus bertambah karena tingkat kesuburan. Yerusalem Timur yang dikuasai ZIonis Israel (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Keberadaan warga Muslim di Israel tak terlepas dari konflik yang berlangsung di Palestina pada 1948. Usai deklarasi pembentukan negara Israel, orang-orang Yahudi mencaplok sebagian besar wilayah Palestina.

Berdasarkan mandat Inggris, wilayah itu akhirnya terbagi tiga: wilayah Israel, kawasan Tepi Barat yang dikuasai Yordania, serta Jalur Gaza (Mesir). Akibat perang Arab-Israel, negara Yahudi itu merampas lebih banyak wilayah kediaman warga Arab Palestina.

Baca Juga

Orang-orang Arab Palestina sudah menetap di sana sejak lama sejak Khalifah Umar bin Khatab RA menaklukkan Yerusalem tahun 637 M. Mereka datang dari berbagai negara, seperti Persia, Yaman, Mesir, dan banyak lagi.

Di kawasan yang lantas diduduki Israel, terdapat sekitar 950 ribu warga Arab Palestina. Kemudian, sekitar 80 persennya memilih mengungsi karena intimidasi dan tinggal menyisakan 156 ribu jiwa.

 

Inilah cikal bakal warga Arab di Israel. Sebagian lagi adalah yang berasal dari Tepi Barat dan Jalur Gaza yang memperoleh kewarganegaraan Israel berdasarkan aturan unifikasi keluarga sehingga kian menambah jumlah mereka.

Pertambahan itu masih berlangsung hingga kini. Warga Muslim di Israel tercatat memiliki tingkat kelahiran yang tinggi. Rata-rata per tahun, satu dari empat kelahiran bayi, adalah Muslim.

Kontan, ini memicu kekhawatiran di Israel bahwa dalam beberapa tahun ke depan, jumlah orang Yahudi bisa tersalip. Diperkirakan, jumlah warga Muslim bisa mencapai 2 juta jiwa atau 24-26 persen dari populasi dalam kurun 15 tahun. Warga Israel kemudian mengistilahkan 'bom waktu demografi' terhadap fenomena tersebut.

Sementara itu, secara demografi, sebanyak 52 persen warga Muslim tinggal di Kota Yerusalem. Adapun sisanya tersebar di 11 wilayah lain di Israel. Totalnya, ada sekitar 112 kawasan komunitas Arab dan Muslim yang 89 persennya mencakup lebih dari 2.000 jiwa.

Nazareth dikenal sebagai kota yang juga banyak dihuni warga Arab atau sekitar 65 ribu jiwa dengan 40 ribu-nya adalah Muslim. Sementara itu, kota warga Muslim adalah di Umm al Fahm dengan lebih dari 43 ribu Muslim, diikuti Kota Baqa Jatt dan Carmel City.

Data Warga Arab di Israel

Jumlah        : 1.144.000 jiwa (20 persen populasi)

Persebaran : 270 ribu jiwa tinggal di Yerusalem timur dan Dataran Tinggi Golan (2006)

Bahasa        : Arab dan Hebrew (Hebron)

Agama        : Islam (85 persen), Kristen (8,5 persen), dan Druze (8,3 persen

 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement