Ahad 31 May 2020 14:14 WIB

Turki akan Gelar Sholat di Hagia Sophia, Yunani Bereaksi

Turki akan menggelar sholat di Hagia Sophia.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Muhammad Hafil
Turki akan Gelar Sholat di Hagia Sophia, Yunani Bereaksi. Foto: Museum Hagia Sophia di Turki
Turki akan Gelar Sholat di Hagia Sophia, Yunani Bereaksi. Foto: Museum Hagia Sophia di Turki

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Para pejabat Yunani bereaksi atas rencana Turki untuk menggelar ibadah (sholat) di bangunan gereja Ortodoks Yunani Hagia Sophia di Istanbul, Turki. Rencananya, Turki akan menggelar sholat di Hagia Sophia dalam rangka memperingati ulang tahun ke-567 sejak kejatuhan Istanbul yang dulu dikenal dengan nama Konstantinopel.

Dalam tanggapan kepada penyiar nasional ERT1 pada Jumat (29/5), Menteri Kebudayaan Yunani Lina Mendoni, mengatakan bahwa bapak pendiri bangsa Turki modern Kemal Ataturk yang mengubah Hagia Sophia menjadi museum pada 1934. Menurutnya, itu adalah pengakuan bahwa monumen khusus tersebut milik umat manusia.

Baca Juga

"Sementara itu juga diakui sejarah Istanbul selama berabad-abad dan multikulturalismenya,"kata Mendoni, dilansir di Greek Reporter, Ahad (31/5).

Mendoni menambahkan, bahwa dia menyesalkan tindakan Presiden Turki Tayyip Erdogan yang hendak menggunakan monumen itu sebagai tempat beribadah. Hagia Sophia adalah bagian dari situs warisan dunia UNESCO. Gedung ini dibangun sebagai gereja Ortodoks Yunani pada 535 Masehi. Setelah penaklukan Istanbul pada 1453, bangunan ini diubah menjadi masjid. Penaklukan Istanbul dirayakan pada tanggal 29 Mei setiap tahunnya.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Yunani Stelios Petsas menyatakan ketidaksetujuan pemerintah terhadap penyelenggaraan sholat yang direncanakan dilakukan di monumen itu. Ia mengatakan, perayaan yang tengah dipersiapkan Ankara di Hagia Sophia menjengkelkan, karena terlepas dari yang lainnya, Hagia Sophia telah dinyatakan sebagai museum warisan budaya dunia dan sekarang digunakan untuk mempromosikan tujuan lain. Petsas lantas menekankan bahwa Turki di masa lalu berupaya mengubah gereja-gereja Kristen menjadi masjid.

"Kami memantau setiap provokasi, tetapi kami selalu mempromosikan hubungan bertetangga yang baik, sesuai dengan hukum internasional," katanya.

Selama bertahun-tahun, banyak orang di Turki yang menyerukan agar bangunan itu kembali diubah menjadi masjid. Presiden Erdogan tampaknya bergerak lebih dekat untuk mewujudkannya dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Surat Al-Fath akan dibacakan dan sholat akan dilakukan di Hagia Sophia sebagai bagian dari perayaan penaklukkan kota Istanbul," kata Erdogan pada Kamis di televisi Turki. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement