Kamis 05 Mar 2020 23:46 WIB

Renungan: Tipe Pekerja, Pejuang, dan Penjahat dalam Beramal

Terdapat tiga kategori manusia dalam beramal.

Renungan: Tipe Pekerja, Pejuang, dan Penjahat dalam BeramalJamaah saat beribadah di Masjid An Nawier daerah Pekojan, Jakarta Utara, Selasa (14/5).
Foto: Fakhri Hermansyah
Renungan: Tipe Pekerja, Pejuang, dan Penjahat dalam BeramalJamaah saat beribadah di Masjid An Nawier daerah Pekojan, Jakarta Utara, Selasa (14/5).

REPUBLIKA.CO.ID, Setidaknya ada tiga tipe manusia dalam kaitannya dengan aktivitas, yaitu pekerja, pejuang, dan penjahat. Pekerja adalah orang yang "hanya" mau melakukan sesuatu karena mengharapkan imbalan dan keuntungan. Ia akan berhenti beraktivitas apabila tidak ada imbalan yang bisa didapat. Pejuang adalah orang yang ingin berjuang, bekerja, dan beraktivitas untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik.

 

Baca Juga

Bagi seorang pejuang ada tidaknya imbalan tidak menjadi persoalan, yang penting ia bisa melakukan yang terbaik untuk kemaslahatan diri dan umat. Sedangkan penjahat adalah orang yang hanya bekerja untuk keuntungan diri dan kelompoknya saja. Tidak menjadi soal apakah yang ia lakukan merugikan orang lain atau tidak, yang penting dirinya puas dan untung. Termasuk tipe manakah kita? Ternyata orang hanya akan mengenang tipe kedua, yaitu para pejuang. Lihatlah betapa banyak orang yang namanya tetap harum hingga sekarang.

 

Rasulullah SAW, para shahabat, ulama-ulama besar, dan para pahlawan bangsa adalah contoh dari orang-orang yang namanya terus dikenang. Apa rahasianya? Mereka berbuat bukan untuk mendapatkan, tapi mereka berbuat untuk memberi dan menghasilkan sebanyak-banyaknya kebaikan. Lalu, bagaimana caranya agar kita termasuk tipe-tipe pejuang, sehingga nama kita bisa dikenang-minimal oleh orang-orang terdekat kita? Caranya, kita harus berdedikasi dalam hidup.

Orang yang berdedikasi akan mencari dunia dengan cara yang baik dan benar, dan akan mengeluarkannya dengan cara yang baik dan benar pula. Ketika mencari harta, seorang yang berdedikasi akan berlaku jujur dan selalu menjaga nama baik. Baginya, nilai kehormatan tidak terletak pada harta yang didapat, tapi terletak pada nilai kehormatan ketika mencarinya. Kehormatan tersebut akan ia sempurnakan dengan mendistribusikan harta yang didapatnya seluas mungkin, sehingga banyak orang ikut merasakannya.

 

 

 

 

 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement