Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Temui Wapres, DMI Minta Dukungan Konsep Masjid Ramah Anak

Selasa 25 Feb 2020 03:06 WIB

Rep: Fauziah Mursid / Red: Agus Yulianto

Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia Imam Addaruqutni usai menemui Wapres Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (24/2).

Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia Imam Addaruqutni usai menemui Wapres Maruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (24/2).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Sudah ada enam ribu masjid yang menerapkan konsep tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia Imam Addaruqutni menemui Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Senin (24/2). Imam mengungkap harapannya agar Wapres Ma'ruf mendukung program-program yang digencarkan DMI terhadap masjid-masjid di Indonesia, salah satunya multifungsi masjid.

Imam mengatakan, masjid diharapkan berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga untuk kegiatan ekonomi. "Masjid yang sebagai tempat ibadah difungsikan lagi sebagai misalnya soal ekonomi masyarakat, ekonomi masyarakat, ini pemerintah juga punya program termasuk misalnya program pemberdayaan ekonomi," ujar Imam di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (24/2).

Selain untuk kegiatan ekonomi, masjid juga diharapkan ramah untuk bermain anak. Imam menjelaskan, ramah bagi anak dilakukan untuk mengajarkan anak-anak dekat dengan masjid sejak dini.

"Jangan sampai ada pengumuman dilarang anak-anak main di masjid misalnya, itu sekaligus mengundang anak bisa senang ke masjid sambil sosialisasi, mengenal rasa kemanusiaan dari awal dan juga dengan bimbingan dari masjid," ujar Imam.

Sehingga, lanjut Imam, anak-anak bisa mengenal ajaran dan pemahaman agama yang baik dari masjid. Menurutnya, ini juga sekaligus membangun jati diri anak agar toleran terhadap anak-anak lainnya.

Dia mengatakan, program ini, saat ini, juga telah dimulai dan menunjukan progres yang sigifikan. Menurutnya, sudah ada enam ribu masjid yang menerapkan konsep tersebut.

"Enam ribu masjid itu ini terus berkelanjutan karena jumlah masjid itu ratusan ribu. Kalau itu terjadi dengan baik dapat dukungan dengan baik, ya nanti anak-anak kita saya kira tunbuh dengan baik," ujarnya.

Apalagi, menurutnya, saat ini banyak orang tua yang khawatir jika anaknya keluar rumah. "Tapi kalau ini berjalan ke masjid juga ada iramanya. karena kehadiran itu sampai masjid mengeluarkan notice anak-anak jangan ke masjid, padahal justru masjid itu bermainlah di masjid," katanya.

Sebelumnya, Dewan Masjid Indonesia (DMI) bertekad mewujudkan masjid lebih ramah terhadap anak hingga 2030 mendatang. Panduan Pengembangan Masjid Ramah Anak (MRA) yang merupakan hasil Silaturahim Nasional Sejuta Masjid Ramah Anak (SEMARAK) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur yang digelar sejak Selasa (12/3), merupakan upaya untuk mewujudkan tekad tersebut.

"Targetnya itu 2030 terkait dengan secara umum sejuta masjid ramah anak sudah terpenuhi," ujar Ketua Panitia Silaturahim Nasional Sejuta Masjid Ramah Anak, Kustini, saat ditemui Republika.co.id usai acara penutupan, Rabu (13/3).

Dia menuturkan, dalam acara ini pihaknya telah menyosialisasikan buku panduan gerakan sejuta masjid ramah anak. Menurut dia, buku panduan tersebut masih dalam proses untuk terus diperbaiki, tapi pihaknya akan langsung memulai gerakan itu.

"Forum ini juga sebagai salah satu media untuk menyempurnakan panduan tersebut. Tadi malam kita sudah membagi kelompok untuk mengkritisi lima bab dalam buku panduan itu," ucap Ketua Departemen PPMAK DMI ini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA