Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

Thursday, 12 Rabiul Awwal 1442 / 29 October 2020

CEO Ryanair Dikecam Sebut Muslim Ancaman Penerbangan

Ahad 23 Feb 2020 11:12 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah

CEO Ryanair Dikecam Sebut Muslim Ancaman Penerbangan. Direktur (CEO) maskapai Ryanair, Michael O

CEO Ryanair Dikecam Sebut Muslim Ancaman Penerbangan. Direktur (CEO) maskapai Ryanair, Michael O

Foto: AP Photo/Kirsty Wigglesworth
CEO Ryanair pernah kerap mengatakan pernyataan kontroversial.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBLIN -- CEO maskapai penerbangan Ryanair, Michael O'Leary mendapat kritik karena menyatakan pria lajang Muslim adalah ancaman teror terbesar bagi maskapai penerbangan. Ia juga menyebut pria Muslim yang ingin melakukan perjalanan harus diprofilkan dan diperiksa lebih ketat di bandara.

"Siapa pelaku bomnya? Mereka adalah laki-laki lajang yang bepergian sendirian. Jika Anda bepergian dengan keluarga dan anak-anak, tidak mungkin Anda melakukannya. Kemungkinan Anda akan meledakkan mereka semua nol," kata O'Leary dikutip di IB Times, Sabtu (22/2).

Ia pun melanjutkan jika banyak yang sependapat dengan dirinya, namun tidak dapat menyuarakannya karena dianggap rasialis. Namun ia menilai jika apa yang ia katakan adalah sebuah fakta.

"Tiga puluh tahun yang lalu kejadian pengeboman dilakukan orang Irlandia. Jika dari situlah datangnya ancaman, hadapi ancaman itu," katanya.

Para tokoh agama dan masyarakat di komunitas Muslim AS dengan cepat mengutuk komentar O'Leary. "Di Jerman minggu ini, orang kulit putih membunuh delapan orang. Haruskah kita membuat profil orang kulit putih untuk melihat apakah mereka fasis?" ujar politikus Buruh Inggris, Khalid Mahmoud, menanggapi komentar O'Leary.

Diketahui sembilan orang tewas dalam serangan sayap kanan yang terjadi di kota Hanau Jerman minggu ini. Serangan ini menargetkan korban dari latar belakang imigran.

Dewan Muslim Inggris juga menyebut pernyataan O'Leary sebagai sesuatu yang rasialis dan diskriminatif. Beberapa pengguna Twitter bahkan menyerukan boikot terhadap maskapai Ryanair.

"Mengapa seseorang seperti O'Leary menyebarkan islamofobia seperti ini hari ini? Karena dia pikir orang tidak peduli. Sudah waktunya untuk memboikot #Ryanair, juga karena banyak alasan lain," ujar politikus Jerman, Ali Bas, dalam unggahan di Twitter.

Sementara itu, masyarakat lainnya berusaha mencari persamaan historis antara komentar O'Leary dan bagaimana Inggris berurusan dengan terorisme Irlandia selama Troubles.

"Pendiri maskapai dari Irlandia @Ryanair mengatakan pria Muslim yang bepergian sendiri harus dipilih untuk keamanan ekstra karena kemungkinan besar menjadi teroris. Cukup sama, mengingat Inggris menggunakan logika yang sama bahwa semua orang Irlandia / Katolik adalah teroris potensial. Ini diskriminasi dan melecehkan Irlandia selama beberapa dekade," ujar Profesor Christian Christensen dari Universitas Stockholm.

O'Leary juga sebelumnya telah membuat komentar kontroversial. Dia menyebut kekhawatiran tentang perubahan iklim sebagai sampah yang lengkap dan total dan membuat pernyataan negatif tentang penumpang yang memiliki kelebihan berat badan.

Ryanair merupakan maskapai penerbangan berbasis di Irlandia. Maskapai ini terkenal di Eropa untuk kelas tarif rendah.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA