Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Bahaya Bagi yang Suka Menyebut-nyebut Dosa Sendiri

Selasa 18 Feb 2020 04:30 WIB

Red: Muhammad Hafil

Bahaya Bagi yang Suka Menyebut-nyebut Dosa Sendiri. Foto: Setop Maksiat

Bahaya Bagi yang Suka Menyebut-nyebut Dosa Sendiri. Foto: Setop Maksiat

Foto: IlS
Menyebut dosa sendiri bisa menginspirasi orang untuk berbuat dosa.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Imam Al Ghazali dalam kitabnya yang berjudul Menebus Dosa menyebutkan, termasuk faktor yang menyebabkan dosa kecil menjadi besar adalah memamerkan dosa dengan cara menyebut-nyebutnya setelah melakukannya. Atau, dia melakukannya di hadapan orang lain.

Karena hal itu berarti merobek tirai Allah yang telah ditutupkan kepadanya, juga dapat menggugah keinginan buruk apda diri orang lain terhadap perbuatan yang diperdengarkannya atau dipertontonkannya itu.

Jadi, dua-duanya merupakan tindak kejahatan yang digabungkan dengan tindak kejahatannya. Sehingga, menjadi beratlah ia.

Jika tindakan menyeret orang lain kepada dosa dan membukakan peluang kepadanya digabungkan lagi, maka jadilah kejahatan keempat. Sehingga, semakin menumpuklah kekejian yang terjadi.

Di dalam hadist disebutkan, "Setiap orang dapat dimaafkan kesalahannya kecuali orang-orang yang suka pamer, yaitu orang yang melalui malamnya dengan melakukan perbuatan dosa yang telah ditutupi oleh Allah, lalu ketika memasuki pagi tiba-tiba ia membuka tutupan Allah tersebut dengan membeberkan dosanya." (Muttafaq alaih)

Menurut Imam Al Ghazali, hal demikian dikarenakan di antara sifat-sifat Allah dan kenikmatan-Nya adalah bahwa dia menampakkan keindahan dan menutupi keburukan.

"Karena itu tutupan-Nya tidak boleh dirusakkan. Tindakan menampakan kejahatan itu berarti kufur terhadap nikmat ini," tulis Imam Al Ghazali.

Imam Al Ghazali menyebutkan, di antara ulama ada yang berkata, "Janganglah engkau melakukan dosa! Namun jika engkau terlanjur melakukannya, maka janganlah menggugah orang lain untuk melakukannya sehingga engkau berdosa dua kali."

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA