Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Pameran Koin Langka Tunjukkan Nilai Toleransi Islam

Senin 17 Feb 2020 12:18 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Ani Nursalikah

Pameran Koin Langka di Pusat Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi Tunjukkan Nilai Toleransi Islam.

Pameran Koin Langka di Pusat Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi Tunjukkan Nilai Toleransi Islam.

Foto: Khaleej Times/Ryan Lim
Pameran ini menampilkan 300 koin langka dan berharga sejak masa Alexander.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Seorang kurator asal Swiss Alain Baron menyelenggarakan pameran The Coins of Islam-History Revealed yang diresmikan pekan lalu. Dilansir di Khaleej Times, Sabtu (15/2), pameran ini menampilkan 300 koin langka dan berharga sejak masa Alexander, Nabi Muhammad, hingga munculnya kekhalifahan di Suriah dan selanjutnya menyebar ke seluruh Afrika Utara ke Al Andalus.

Keberadaan koin langka ini menunjukkan hubungan antara semua peradaban. Terdapat satu koin emas yang luar biasa dicetak pada masa pemerintahan Abdul Malik B. Marwan dan yang pertama untuk mengekspresikan keimanan Islam. Kalimah, adalah salah satu koleksi paling berharga yang dipajang untuk pengunjung pameran langka di Pusat Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi.

Baron yang juga pendiri Numismatica Genevensis SA mengatakan butuh waktu hampir 10 tahun untuk mengumpulkan koin dari berbagai belahan dunia. "Idenya adalah untuk mendapatkan koin terbaik dari setiap peradaban," kata Baron.

Dia menjelaskan koin adalah bidang seni yang sangat kuat dan hebat yang masih perlu diketahui lebih baik oleh khalayak luas. "Kami menyadari menciptakan narasi antara Islam dan seluruh dunia adalah pesan yang sangat kuat dan tidak ada cara yang lebih baik menggambarkan hal ini selain menyatukan koin-koin tua dan berharga untuk dilihat publik," katanya.

Pekerjaan ini dilakukan secara intensif untuk mengumpulkan beberapa koin terbaik di dunia, beberapa di antaranya berharga hingga satu juta dolar AS. Pameran ini melibatkan banyak perjalanan dan meyakinkan para kolektor bahwa koin akan masuk dalam koleksi yang tepat dan aman.

"Tujuan utama saya sebagai seorang kolektor adalah murni tujuan pendidikan. Saya adalah orang yang sangat toleran, sangat terikat dengan pendidikan dan nilai-nilainya. Gagasan berbagi pengetahuan dengan orang lain telah meyakinkan saya untuk melakukan pengumpulan koin," katanya.

Menurut Baron, pameran ini sangat penting karena memberikan gambaran tentang toleransi dan pemahaman Islam dan menunjukkan sejarah agama Islam sejak penciptaannya. "Citra toleransi ini menjembatani berbagai peradaban. Ini menunjukkan sejak penciptaan Islam, pemahaman antar populasi sangat bagus," katanya.

Ada banyak komunitas di mana orang-orang Kristen, Yahudi, dan Muslim hidup bersama tanpa masalah. Fakta bahwa Masjid al-Haram mengadakan pameran yang memperlihatkan koin Kristen adalah simbol yang sangat kuat ada ruang di dunia untuk semua bentuk peradaban dan agama.

Pameran akan berlangsung selama tiga bulan. Pameran ini menceritakan sejarah koin di berbagai era Islam dan menyoroti interaksi budaya dan pertukaran antarbudaya. Pameran akan berlangsung hingga 28 April.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA