Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Mualaf Selandia Temukan Feminisme Sejati dalam Islam

Senin 17 Feb 2020 05:39 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Ani Nursalikah

Mualaf Selandia Temukan Feminisme Sejati dalam Islam. Foto ilustrasi.

Mualaf Selandia Temukan Feminisme Sejati dalam Islam. Foto ilustrasi.

Foto: Mgrol120
Islam memang agama yang memuliakan wanita.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam memang agama yang memuliakan wanita, tak terkecuali feminisme yang tercakup di dalamnya. Hal tersebut juga dirasakan oleh mualaf asal Selandia Baru yang langsung mendalami Islam ketika telah mengenalnya.

Dilansir dari About Islam, Ahad (16/2), wanita itu beranggapan feminis dalam Islam lebih mengangkat posisi wanita dibandingkan feminisme dari modernis yang mengedepankan logika. “Sebelum saya menjadi Muslim, saya berpikir: Ok, well, saya punya pendidikan yang bagus, dan saya punya keluarga yang baik dan kehidupan yang bahagia, dan tidak masalah bagi saya jika saya menikah atau tidak, dan tidak masalah bagi saya jika saya punya anak atau tidak,” kata dia.

Namun demikian, hal tersebut berubah ketika ia mengenal dan masuk Islam. Sebab, menurutnya, menikah menjadi penyempurna dan pertimbangan penting ketika menjadi seorang Muslim.

Kendati demikian ia mengklaim, persepsi miliknya itu kerap kali berbeda bagi sebagian pihak, termasuk media. Menurut dia, upaya tersebut lebih menyesatkan, ketika yang dibahas dinilai tak objektif.

Dia menegaskan, kesalahpahaman itu bahkan ada dalam pemikiran yang menyangkut Islam. Meskipun, hal tersebut tak diketahui dengan benar oleh pihak-pihak tersebut.

“Doktrin yang didukung Selandia Baru adalah Anda bebas; kenakan apa yang Anda inginkan dan lakukan apa yang Anda inginkan. Jadi pertimbangan saya adalah 'Mengapa saya tidak bisa memakai jilbab tanpa dilecehkan?" ujar dia.

Dia mengatakan, Islam secara keseluruhan adalah entitas yang lengkap dengan sendirinya. Bahkan, Islam dalam pandangannya tidak moderat atau ekstrem, melainkan lebih ke pandangan hidup.

“Islam adalah sistem yang lengkap. Tugas Anda adalah tunduk pada kehendak Allah dan mempelajari agama Anda. Anda melewati dan Anda belajar agama Anda,” kata dia.

Tak hanya di situ, dia menuturkan,semakin baik pengetahuan terkait Islam, semakin baik tindakannya, maka akan semakin baik manfaatnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA