Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Pandangan Imam Syafi'i Soal Ucapan Amin Setelah Al-Fatihah

Sabtu 08 Feb 2020 08:40 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pandangan Imam Syafi'i Soal Ucapan Amin Setelah Al-Fatihah.

Pandangan Imam Syafi'i Soal Ucapan Amin Setelah Al-Fatihah.

Foto: dok. Republika
Kalau imam mengucapkan amin, maka hendaklah mereka mengucapkan amin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rabi' mengabari kami, di berkata, "Imam Syafi'i mengabari kami, dia berkata, "Malik mengabari kami, dari Ibnu Syihab, dari Sa'id bin Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa mereka berdua mengabarinya, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, "Jika imam mengucapkan amin maka ucapkanlah oleh kalian amin. Karena sesungguhnya siapa saja yang menyamakan aminnya dengan aminnya para malaikat, niscaya Allah akan mengampuninya dan dosanya yang telah lalu."

Rabi' mengabari kami, di berkata, "Imam Syafi'i mengabari kami, dia berkata, "Malik mengabari kami, dari Abu Zanad, dari A'raj, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang dari kalian mengucapkan amin, maka para malaikat di langit juga akan mengucapkan amin, sehingga yang satu dari mereka berdua bersamaan dengan yang lain, niscaya Allah akan mengampuninya atas semua dosanya yang telah lalu."

Imam Syafi'i berkata," Jika imam sudah selesai membaca Surah al-Fatihah lalu mengucapkan amin, dengan melantangkan suaranya agar diikuti oleh orang-orang di belakangnya. Kalau imam mengucapkan amin, maka hendaklah mereka mengucapkan amin juga sampai terdengar oleh diri mereka masing-masing. Saya tidak nyatakan mustahab bagi mereka untuk melantangkan suara. Tetapi kalau mereka melantangkan suara, tidak apa-apa."

Kalau imam tidak mengucapkan amin, maka hendaklah orang yang ada di belakang imam mengucapkan amin sampai terdengar imam agar ia dapat mengingat itu lalu mengucapkan amin. Para makmum tidak boleh meninggalkan ucapan amin karena imam tidak mengucapkan amin. Sebagaimana kalau imam tidak bertakbir dan tidak mengucapkan salam, maka makmum tidak boleh meninggalkan kedua hal itu.

Dalam buku Al-Umm Kitab Induk Fiqih Islam 1 oleh Imam Syafi'i, kalau imam tidak mengucapkan amin, dan makmum juga tidak mengucapkan amin, maka mereka tidak perlu mengulang shalat dan juga tidak perlu melakukan sujud sahwi. Saya nyatakan mustahab mengucap amin bagi siapa saja yang shalat, baik laki-laki, perempuan maupun anak kecil, baik secara berjamaah maupun tidak.

Ucapan amin tidak perlu diucapkan kecuali hanya setelah bacaan Ummul Quran. Kalau seseorang tidak membaca amin setelah al-Fatihah selesai dibacakan, maka dia tidak perlu mengqadhanya di bagian lain.

Ucapan amin menunjukkan dibolehkan bagi hamba untuk memohon kepada Allah dalam shalat menyangkut urusan dunia dan akhirat. Kalau seseorang mengucapkan amin rabbal alamin atau ucapan lain yang semacam itu yang termasuk zikrullah, maka itu baik adanya. karena tidak ada satu pun bentuk zikrullah yang memutus shalat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA