Ahad 02 Feb 2020 10:23 WIB

Petani dan Wanita Muslim Protes RUU Kewarganegaraan India

Protes menentang RUU Kewarganegaraan India akan digelar lebih besar pada 16 Februari.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Ribuan petani dan perempuan Muslim melakukan unjuk rasa menentang RUU Kewarganegaraan India di Malerkotla, Punjab, India, Sabtu (1/2).
Foto: Hindustan Time
Ribuan petani dan perempuan Muslim melakukan unjuk rasa menentang RUU Kewarganegaraan India di Malerkotla, Punjab, India, Sabtu (1/2).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Ribuan petani dan perempuan Muslim melakukan unjuk rasa dengan membawa bendera Bharatiya Kisan Union (BKU) (Ekta Ugrahan) di Malerkotla, Punjab, Sabtu (1/2). Unjuk rasa masih dalam rangka menolak RUU Kewarganegaraan Citizenship Amendment Act (CAA) dan Daftar Warga Nasional (NRC).

Protes akan diselenggarakan lebih besar lagi pada 16 Februari mendatang. Komunitas perempuan muslim dari seluruh Punjab ini unjuk rasa dan berkumpul di pasar gandum lalu turun di jalan. Aksi protes memuncak di Gerbang Sirhindi.

Baca Juga

Para demonstran meneriakkan slogan-slogan penolakan terhadap CAA. Mereka bahkan membawa foto Martir Bhagat Singh dan spanduk berisi slogan kerukunan dan persatuan komunal.

"Kami melakukan unjuk rasa melawan undang-undang baru-baru (CAA) yang dibawa oleh pemerintah BJP. CAA tidak hanya menjadi perhatian bagi komunitas Muslim, kami juga akan mendukung mereka di masa-masa sulit. Dan saat ini, kami berbaris melintasi Malerkotla mengundang orang-orang untuk bergabung dalam aksi protes yang lebih besar yang akan diadakan pada 16 Februari nanti," ujar Pemimpin organisasi perwakilan petani India (BKU), Ugrahan Harinder Kaur Bindu.

“Kami mendapat respons besar para petani Sikh dari Shaheen Bagh, Punjab. Protes kami bertujuan menyelamatkan konstitusi dan Kami, orang-orang Malerkotla telah melakukan aksi protes selama 23 hari," ujar seorang pengunjuk rasa Reshma Naqvi, dilansir dari Hindustan Time.

Politikus India dan Menteri Kabinet di Pemerintah Punjab, Razia Sultana, juga turut bergabung dalam aksi protes terpisah yang diadakan oleh wanita Muslim yang menentang CAA. "Semua partai politik telah setuju tetapi Kongres masih menentang CAA. Kami memiliki persatuan yang kuat dan saya berpartisipasi dalam protes ini merwakili Malerkotla," kata Razia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement