Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Natal MPR-DPR-DPD, Imam Besar Istiqlal: Islam Hormat Manusia

Kamis 30 Jan 2020 19:19 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Imam Besar Istiqlal menyatakan Islam tidak membeda-bedakan umat manusia di muka bumi.

Imam Besar Istiqlal menyatakan Islam tidak membeda-bedakan umat manusia di muka bumi.

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Islam tidak membeda-bedakan umat manusia di muka bumi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof KH Nasarudin Umar, menegaskan ajaran  Islam menekankan silaturahim tidak dipilah dan dibedakan oleh atribut-atribut primordial manusia, seperti agama, ras, etnik, suku-bangsa, negara, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, dan lain sebagainya. 

Baca Juga

Dia mengutip QS al-Isra’ ayat ke-70, yaitu:”  "Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak cucu Adam." Bahwa Tuhan tidak menggunakan redaksi, "Allah memuliakan orang-orang Islam" (wa laqad karramna al-muslimin). 

“Ini artinya siapa pun sebagai anak cucu Adam wajib dihormati sebagai manusia,” kata dia dalam perayaan Natal 2019 dan tahun baru 2020 yang digelar MPR, DPR, dan DPD di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (29/1) Malam. 

Perayaan Natal bersama ketiga Lembaga Tinggi Negara itu mengangkat tema “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang.”

Nasaruddin menjelaskan, Alquran juga menggagas konsep "ukhuwah imaniyah", persaudaraan orang-orang yang berkeimanan. Alquran mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah saudaramu." (QS al-Hujurat[49]:10)." 

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, dalam sambutannya mengharapkan perayaan Natal tersebut bisa membawa kedamaian di antara semua umat dan suku bangsa. "Apalagi tema Natal ini sangat relevan," katanya di acara yang juga dihadiri Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti itu. 

Bamsoet juga mengharapkan cita-cita untuk mempersatukan umat beragama dan memajukan bangsa bisa terwujud dengan berlandaskan kebersamaan.  

"Kita harus menyadari, Indonesia bukan negara agama dan negara sekuler. Pancasila telah memberikan ruang kemitraan dan kesetraaan bagi kita untuk menebarkan kedamaian," ungkapnya.      

Ketua Panitia Perayaan Natal MPR, DPR dan DPD, Mercy Chriesty Barends, mengatakan  pesan terpenting dalam kegiatan itu adalah nilai-nilai penghargaan atas pluralisme dan toleransi di tengah ancaman kelompok intoleran yang merusak persatuan serta kesatuan bangsa. “Kami rayakan dengan semangat kebersamaan sesuai dengan tema utama yang diusung menjadi sahabat bagi semua orang," kata dia. 

Perayaan kali ini juga disemarakan dengan lomba vlog berhadiah yg bertagar #NatalParlemen2019 dan #sahabatbagisemua. Lomba vlog yang melibatkan semua kalangan, bukan saja yg merayakan Natal, bisa dilihat hasil karyanya di akun IG dan twitter Natal parlemen @natal.parlemen2019. 

Jalinan kasih lainnya yang akan diberikan Panitia Natal bersama MPR-DPR dan DPD tahun ini yaitu bingkisan Natal kepada PNS maupun pegawai aktif mulai dari cleaning service, Pamdal, Driver, Mekanik, Teknisi, dan sebagainya yang direkomendasikan pimpinan masing-masing berdasarkan kinerja dan dedikasinya selama bekerja di Komplek Parlemen Senayan. 

"Semoga dengan perayaan Natal MPR RI, DPR RI, dan DPD RI tahun ini bisa mengobarkan semangat Kebangsaan dalam bingkai kebhinekaan," kata dia.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA