Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Bayar Zakat di Baznas Sumbar Kini Bisa Pakai QRIS

Selasa 14 Jan 2020 15:25 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ani Nursalikah

Bayar Zakat di Baznas Sumbar Kini Bisa Pakai QRIS. Ilustrasi Zakat

Bayar Zakat di Baznas Sumbar Kini Bisa Pakai QRIS. Ilustrasi Zakat

Foto: Republika/Mardiah
Muzakki bisa memebayar zakat cukup dengan telepon pintar.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat (Sumbar) Buya Gusrizal Gazahar mengatakan saat ini sudah banyak kemajuan teknologi untuk memudahkan penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah. Salah satunya menggunakan barcode seperti Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS), yakni dengan menempelkan kode batang, dana infak, zakat, dan sedekah sehingga dapat disalurkan di mana saja.

Buya Gusrizal berpendapat, kemudahan dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah ini harus dibarengi dengan kemudahan para mustahik atau orang yang berhak menerima zakat buat mendapatkan haknya.

"Kemudahan berinfak, zakat dan sedekah ini memang sangat bagus. Tapi sekarang bagaimana si penerima atau para mustahik juga mudah mendapat haknya," kata Buya Gusrizal saat saat peresmian penggunaan QRIS untuk penerimaan zakat, infaq, sedekah pada Baznas Provinsi Sumbar dan Masjid Raya Sumbar, di Aula Pertemuan Masjid Raya Sumbar di Padang, Selasa (14/1).

Buya Gusrizal menyebut selama ini ia masih banyak melihat penyaluran bantuan yang berasal dari dana zakat, infak dan sedekah, selalu menciptakan antrean panjang. Karena para mustahik mendapatkan haknya masih dengan cara menjemput ke lokasi penyaluran bantuan.

Harusnya dengan kemudahan yang diberikan oleh kemajuan teknologi, para mustahik menurut Buya Gusrizal juga harus dimudahkan dalam mendapatkan bantuan. Salah satu contohnya menurut Buya Gusrizal cukup dengan transfer ke rekening masing-masing mustahik. Asalkan, kata Buya Gusrizal, pengelola zakat harus akurat dalam pendataan supaya penerima zakat benar-benar tepat sasaran.

"Pendataan tentu harus lebih kuat dan lengkap. Penerima bantuan dari dana zakat, infak dan sedekah ini juga harus mudah menerimanya," ucap Buya Gusrizal.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA