Sunday, 10 Safar 1442 / 27 September 2020

Sunday, 10 Safar 1442 / 27 September 2020

Kisah Sopir Taksi Muslimah Satu-satunya di Corby Inggris

Jumat 13 Dec 2019 09:48 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah

Kisah Sopir Taksi Muslimah Satu-satunya di Corby Inggris, Shelly Ullah.

Kisah Sopir Taksi Muslimah Satu-satunya di Corby Inggris, Shelly Ullah.

Foto: Tangkapan layar BBC
Masih ada yang berpendapat Muslimah hanya di rumah dan memasak.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perspektif gender dunia terhadap kaum perempuan Muslim masih rendah. Hal itu muncul, misalnya adanya kesangsian dunia bahwa mayoritas Muslimah tidak diizinkan mengemudi mobil. Apakah begitu faktanya?

Seorang Muslimah yang berprofesi sebagai sopir taksi asal Corby, Inggris, Shelly Ullah, merupakan satu-satunya sopir taksi Muslimah di kota tersebut. Di tengah perspektif gender yang amat tabu mengenai Muslimah, ia ingin mendorong lebih banyak perempuan menjalani profesi tersebut.

Dilansir di BBC, Jumat (13/12), terdapat lebih dari 362 ribu taksi berlisensi dan pengemudi pribadi di Inggris. Akan tetapi, hanya dua persen dari angka tersebut yang terdiri dari perempuan, sebagaimana data menurut Departemen Transportasi Inggris.

"Banyak orang yang tidak menyangka perempuan Muslimah seperti saya menjadi sopir taksi," kata Ullah.

Ibu dari lima anak ini bekerja di Corby, Northamptonshire. Dia sehari-hari melakukan pekerjaan menjemput anak-anaknya dari sekolah dan berbelanja. Dia mengatakan telah menerima banyak komentar dari penumpang yang terkejut melihatnya di kursi pengemudi, di kota yang berpenduduk Muslim kecil itu.

"Ada penumpang laki-laki yang masuk mobil saya dan dia terkejut ternyata saya perempuan. Lalu saya katakan untuk jangan khawatir, semua akan baik-baik saja," ujarnya.

Dia membeberkan beberapa orang sebenarnya berpikir Muslimah hanya melakukan pekerjaan di rumah saja, seperti memasak, beres-beres rumah, dan mengurus anak. Padahal menurut dia, faktanya, tidak seperti itu.

Baca Juga

Menurutnya, ada juga penumpang yang menyebut bahasa Inggrisnya sangat baik. Padahal, Ullah lahi dan besar di Inggris sehingga ia tentu saja bisa berbahasa Inggris.

Dia mengatakan para penumpangnya sangat tertarik dengannya. Mereka bertanya mengenai agama yang dianutnya.

"Mereka tanya tentang jilbab saya. 'Apakah saya bisa memegangnya? Itu terbuat dari apa?' Saya bilang ini hanya sepotong kain," katanya.

Ullah ingin menunjukkan kepada dunia Muslimah juga memiliki kemampuan yang sama dengan perempuan lainnya. "Muslimah bisa melakukan apa yang kami mau," ujarnya.

Sumber: BBC

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA