Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Etnis Uighur Terharu Dapat Perhatian dari Indonesia

Jumat 29 Nov 2019 03:18 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Dwi Murdaningsih

Muslim di Uighur (ilustrasi)

Muslim di Uighur (ilustrasi)

Foto: VOA
Indonesia menyerukan aksi untuk membela penindasan yang dialami etnis Uighur.

REPUBLIKA.CO.ID, Ketua Majelis Nasional Turkistan Timur (Uighur), Seyit Tumturk mengapresiasi perhatian waga Indonesia terhadap penderitaan etnis Uighur. Menurut Seyit, selama puluhan tahun ini, tidak ada yang benar-benar menyuarakan penindasan yang dialami Uighur, atau membela nasib Uighur secara terang-terangan.

Baca Juga

Sampai pada akhir 2018 lalu, masyarakat Indonesia melakukan protes besar-besaran atas ketidakadilan yang dialami Uighur. Menurut dia, aksi ini sangat berarti bagi 35 juta diaspora Uighur dunia.

"Semua diaspora Uighur di mana pun menyaksikan sejarah baru ini, bahwa ada yang membela nasib mereka, yakni masyarakat Indonesia. Saya atas nama 35 juta warga Uighur dunia mengucapkan terima kasih kepada ACT dan kepada seluruh muslim Indonesia, yang telah mengambil tanggung jawab umat ini, dan menjadi contoh seluruh umat muslim di dunia," kata Seyit Tumturk.

Turkistan Timur atau Daerah Otonomi Uighur Xinjiang merupakan daerah yang sempat menjadi sorotan dunia atas pelanggaran hak dan opresi yang diterima etnis Uighur di Cina. Seyit mengatakan, sebagai gambaran, saudara-saudara muslim Uighur di sana dilarang untuk salat, zakat, puasa, menggunakan jilbab, peci, dan segala bentuk simbol peribadahan Islam.

Seyit Tumturk mengatakan, saat ini warga Uighur yang berada di pengungsian Turki berada dalam kondisi cukup baik. Saat ini mereka juga membutuhkan bantuan yang bersifat pribadi.

"Masih ada kebutuhan-kebutuhan, khususnya pribadi baik itu untuk sahabat yatim, guru dan masyarakat uighur yang saat ini berada di Turki jumlahnya ribuan, mencapai 100 ribu dan kita sangat menerima kedermawanan masyarakat Indonesia dan lembaga-lembaga di Indonesia termasuk ACT," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA