Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Dinas KUK Dukung Pembentukan Serikat Ekonomi Pesantren

Jumat 15 Nov 2019 09:30 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Hafil

Santri pondok pesantren (Ilustrasi)

Santri pondok pesantren (Ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Serikat ekonomi pesantren bentuk sinergi masyarakat dan pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG--Pemprov Jabar mendukung pembentukan Serikat Ekonomi Pesantren yang digagas oleh Pesantren Idrisiyyah. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jabar, Kusmana Hartadji, pembentukan Serikat Ekonomi Pesantren tersebut ide bagus bahkan sangat bagus. 

Baca Juga

"Karena kan tak bisa ikut semuanya program One Pesantren One Produk (OPOP) harus ada penyaringan. Nah, yang tak lolos masih bisa di bimbing di Serikat Ekonomi Pesantren ini," ujar Kusmana kepada Republika, Rabu (13/11).

Kusmana mengatakan, Serikat Ekonomi Pesantren terbentuk karena terinspirasi OPOP. Saat ini, jumlah pesantren di Jabar cukup banyak. Namun, tak semuanya bisa lulus OPOP karena ada proses penyaringan. Padahal, semua pesantren masih perlu ada bimbingan untuk mengembangkan usahanya.

"Nah, alhamdulillah ada inisiatif dari Pesantren Idrisiyyah yang mengumpulkan pesantren yang magang lalu membentuk serikat itu jadi semuanya ga tergantung OPOP," katanya.

Kusmana bersyukur dengan keberadaan Serikat Ekonomi Pesantren ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ini, merupakan inisiatif dari pesantren membantu program pemerintah.

"Mereka ingin melanjutkan program kita. Ini bagus, pesantren mandiri secara ekonomi," katanya.

OPOP, kata dia, merupakan program stimulus yang berawal dari pemerintah. Memang sudah seharusnya, semua pesantren membentuk komunitas. Agar usahanya bisa terus dikembangkan.

"Tanpa komunitas kan akan bingung yang tak lulus di tahap seleksi OPOP selanjutnya, lalu akan kemana," katanya.

Sebelumnya, sekitar 500 pesantren dari wilayah Jawa Barat (Jabar) berkumpul di Pesantren Idrisiyyah, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12/11). Di tempat itu, perwakilan masing-masing pesantren sepakat untuk membentuk Serikat Ekonomi Pesantren. 

Inisiator Serikat Ekonomi Pesnatren, Ahmad Tazakka Bonanza mengatakan, pembentukan serikat itu bertujuan untuk meningkatkan ekonomi pesantren. Artinya, pesatren yang belum memiliki kegiatan usaha akan dibina untuk dapat membentuk koperasi untuk menjalankan usaha mereka.

"Jadi pesantren yang belum punya usaha juga bisa menginisiasi kegiatan usaha, setelah itu kita buatkan kelembagaannya, lalu bantu permodalan, manajemen, pemasarannya juga," kata dia, Selasa (12/11).

Melalui serikat ini, Ahmad menambahkan, pesantren dapat mengembangkan ekonominya secara beriringan. Bukan hanya pesantren besar yang semakin maju, melainkan juga pesnatren kecil.

Ia mengatakan, serikatnya tidak akan hanya berpangku tangan menunggu bantuan pemerintah. Lebih dari itu, pengurus akan mengelola serikat secara profesional. "Kita cari dana dari pihak ketiga. Tapi tentu bantuan dari pemerintah akan kita akses," ujar dia

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA