Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Tanwir Nasyiatul Aisyiyah Gaungkan Keluarga Tanggap Bencana

Jumat 08 Nov 2019 22:39 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Nashih Nashrullah

Nasyiatul Aisyiyah

Nasyiatul Aisyiyah

Keluarga tanggap bencana bagian dari Gerakan Keluarga Tangguh.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG – Tanwir PP Nasyiatul Aisyiyah masih berlangsung. Keluarga Tanggap Bencana merupakan salah satu pembahasan tanwir yang mengusung tema “Gerakan Keluarga Muda Tangguh untuk Kesejahteraan Bangsa" itu. 

Baca Juga

NA mendengungkan konsep 10 Pilar Keluarga Muda Tangguh. NA mendorong kemandirian perempuan, advokasi bagi perempuan sebagai nilai perjuangan dan pendidikan bagi perempuan sebagai landasan gerakan.  

Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, menilai kader dan alumni NA berkontribusi sangat kuat dalam perkembangan MDMC. Utamanya, jelas sebagai yang mengoordinasikan bencana di tingkat PP Muhammadiyah.

Beberapa alumni Nasyiatul Aisyiyah jadi penggerak MDMC tingkat pusat saat ini. Kontribusi kader NA berperan lepada gerak MDMC di PWM dan PDM, serta pos koordinasi darurat bencana di Indonesia.

"Keluarga tanggap bencana yang digagas PPNA merupakan upaya menuju ketangguhan bangsa. Dalam konteks penanggulangan bencana, keluarga jadi fokus dalam upaya ketangguhan bencana," kata Budi, Jumat (8/11).

Ia menekankan, keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat memiliki peran dalam pengurangan risiko bencana. Di sana, ada orang tua sebagai agen pengetahuan mengenai dampak dan risiko bencana.

Tingginya resiko bencana di Indonesia membuat pilar keluarga tanggap bencana yang diangkat PPNA jadi fokus. Tentu, melalui peningkatan kapasitas dan pemahaman akan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Budi menilai, perempuan khususnya ibu sebagai pusat keluarga penting memiliki pemahaman mengenai bencana di tingkat keluarga. Sehingga, meminimalkan risiko tingginya korban ketika terjadi bencana. 

Kunci dari keluarga tanggap bencana, kata dia, adanya kesadaran akan risiko bencana dan sadar akan lingkungannya. Sehingga, memunculkan pengetahuan dan peningkatan kapasitas untuk berdaya. 

Berdaya artinya mampu menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan lebih luas menyelamatkan tetangga. Ini sejalan semangat PPNA melindungi hak kelompok rentan atas perlindungan, keamanan dan kelangsungan hidup.

"Karenanya, MDMC PP Muhammadiyah mendukung pilar keluarga tanggap bencana melalui pemahaman pengurangan risiko bencana di tingkat keluarga dan peningkatan kapasitas kesiapsiagaan bencana," ujar Budi.

Terutama, lanjut Budi, pendidikan pengurangan risiko bencana dalam keluarga. Budi menekankan, itu merupakan kegiatan jangka Panjang dan menjadi bagian untuk menuju ketangguhan bangsa. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA