Rabu 30 Oct 2019 12:00 WIB

Ahmed Deedat, Sang Ulama Produktif

Setelah meraih King Faisal Award, Deedat mendapatkan popularitasnya.

Ahmed Deedat
Foto: ahmeddeedat.org
Ahmed Deedat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Selain mengagumi performa Ahmad Hussein Deedat secara langsung, masyarakat internasional juga mengenal sosok ini melalui karya-karyanya. Dia banyak menulis tentang ceramah-ceramahnya dalam buklet-buklet seukuran tangan yang disebarkan secara gratis. 

Video yang berisi debatnya juga beredar dengan luas. Seperti, Is the Bible God’s Word?, What the Bible Says about Muhammad, Crucifixion or Cruci-Fiction?, Muhammad: The Natural Successor to Christ, Christ in Islam, Muhammad the Greatest, dan Alquran the Miracle of Miracles.

Baca Juga

Setelah meraih King Faisal Award, Deedat mendapatkan popularitas di dunia internasional. Dia menggunakan uang dari pernghargaan itu untuk mencetak buku-bukunya. Salah satu bukunya yang berjudul The Choice: Islam and Christianity dicetak sebanyak 10 ribu eksemplar pada April 1993. 

Buku ini bisa didapatkan secara gratis. Karena menjadi buruan banyak orang, dalam dua tahun buku itu dicetak ulang hingga 250 ribu eksemplar. Volume kedua dari buku itu, The Choice: Volume Two, juga mendapatkan apresasi di dunia internasional.

Masa-masa terakhir 

Pada awal Mei 1996, Deedat mengalami kelumpuhan mulai dari leher hingga tubuh bagian bawahnya. Hal ini disebabkan oleh serangan stroke. Karena penyakitnya itu, dia kesulitan untuk menelan dan berbicara. Ulama besar itu kemudian diterbangkan ke Rumah Sakit Spesialis King Faisal di Riyadh untuk mendapatkan perawatan intensif.

Akibat dari penyakitnya itu, dia menghabiskan sekitar sembilan tahun di tempat tidurnya di Afrika Selatan. Namun, dalam kondisinya yang tidak lagi sehat itu, ia masih tetap memberikan semangat kepada banyak orang untuk terus berdakwah dan mempelajari perbandingan agama.

Selama masanya bertarung dengan stroke itu, ratusan surat dilayangkan kepadanya untuk memberikan dukungan. Orang-orang juga banyak yang menjenguknya. 8 Agustus 2005 adalah saat terakhir orang-orang itu melihat Deedat. Pada tanggal itulah, ulama terkemuka tersebut mengembuskan nafas terakhirnya di usia 87 tahun. 

sumber : Islam Digest Republik
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement