Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Ada 250 Aplikasi Alquran di Tahun 2018

Sabtu 19 Okt 2019 16:46 WIB

Red: Agung Sasongko

Sejumlah warga membaca Alquran digital Quran Best di gawainya usai acara Peluncuran aplikasi Quran Best di Masjid Al Ukhuwah, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Rabu (8/5).

Sejumlah warga membaca Alquran digital Quran Best di gawainya usai acara Peluncuran aplikasi Quran Best di Masjid Al Ukhuwah, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Rabu (8/5).

Foto: Abdan Syakura
Sebanyak 57 di antaranya dibuat oleh pengembang dalam negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyeruaknya fenomena tahsin online berbarengan dengan banyaknya aplikasi Alquran yang tersebar, baik di Google Play maupun App Store. Kepala Bidang Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) Deni Hudaeny Ahmad Arifin menyatakan, pihaknya sudah menginventarisasi aplikasi mushaf Alquran secara online.

Menurut dia, sebagian besar pengembang aplikasi tersebut dari luar negeri. Mereka tidak menggunakan mushaf Alquran standar Indonesia. "Kalau pengembangnya dari dalam negeri dan menggunakan mushaf Alquran standar Indonesia, harus melalui proses tashih," ungkap Deni

Walau demikian, ia menambahkan, sesuai aturan, semua pengembang aplikasi Alquran seharusnya mendaftar ke Kemenag. Sebab, setiap mushaf Alquran yang akan diterbitkan serta di edarkan di Tanah Air harus medapatkan surat tanda tashih.

Deni menyebutkan, hasil inventarisasi pada 2018, ada sekitar 250 aplikasi Alquran yang beredar. Sebanyak 57 di antaranya dibuat oleh pengembang dalam negeri."Data di atas bisa jadi sudah bertambah. Ini karena sangat dinamis sekali," kata dia. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA