Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

67 Delegasi Pesantren Ikuti OPOP di Husnul Khotimah

Selasa 15 Oct 2019 22:55 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Pesantren Ramadhan

Ilustrasi Pesantren Ramadhan

Foto: Republika/ Wihdan
Pelatihan OPOP upaya Pemprov Jabar berdayakan pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN – Sebanyak 67 Perwakilan Pondok Pesantren se-Jawa Barat mengikuti pelatihan dan pemagangan gelombang ketiga One Pesantren One Product (OPOP) di Pondok Pesantren Husnul Khotimah Manis Kidul, Jalaksana, Kuningan pada Selasa (10/15). 

Baca Juga

Pelaksanaan pelatihan dan pemagangan OPOP di Ponpes Husunul Khotimah dikhusukan pada binis konveksi dengan kategori usaha start up dan scale up.

Kepala UPTD P3W Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Deni Handoyo, menjelaskan pelaksanaan pelatihan dan pemagangan juga berlangsung serempak di beberapa pesantren lainnya diantarnya di Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung, Al Ittifaq Bandung, Idrisiyah Tasik, Nurul Iman Bogor, dan Husnul Khotimah Kuningan. 

Fokus pelatihan dan pemagangan di tiap pesantren pun berbeda, dari yang berfokus pada pelatihan di sektor makanan dan minuman, pertanian, peternakan hingga ritel. Khusus untuk di Ponpes Husnul Khotimah, peserta OPOP akan mendapatkan pelatihan dan pemagangan selama seminggu dengan berfokus pada bisnis konveksi yang sukses dikembangkan oleh Ponpes Husnul Khotimah. 

“Yang hadir pada kesempatan hari ini adalah yang tebaik, karena telah masuk proses seleksi tingkat satu. Jadi di tahun ini kita telah menyeleksi lewat online yang mendaftar itu ada 1.500 pesantren,” tutur Deni. 

Deni menjelaskan terdapat sekitar 9.000 pondok pesantren di Jawa Barat, namun hanya 1.500 pesantren saja yang tahun ini mendaftar melalui online untuk mengikuti program OPOP. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1300 pondok pesantren terverifikasi. Setelah dilakukan penyaringan terdapat sebanyak 1.074 pesantren yang ditetapkan dapat mengikuti pelatihan dan pemagangan OPOP di pesantren yang sudah ditunjuk. 

“Untuk Program ini kita menganggarkan Rp 100 miliar per tahun untuk modal dan pengembangan usaha pesantren. Ini nanti yang mengikuti pelatihan dan pemagangan sampai selesai akan mendapat total Rp 55 miliar, jadi kalau sudah di sini tidak diterapkan sangat rugi,” tuturnya. 

OPOP merupakan program Pemerintah Provisi Jawa Barat untuk mendorong pesantren agar dapat mandiri secara ekonmi. Melalui program ini, pesantren didorong untuk dapat memilih komoditi yang laku di pasar. Selain itu untuk memajukan usaha yang dikembangkan, pesantren juga dibekali dengan pelatihan dan pemagangan. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA