Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Gus Nabil: UU Pesantren Perkuat Kekhasan Pesantren

Rabu 09 Oct 2019 08:57 WIB

Red: Agung Sasongko

Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjungan (PDIP) melakukan kunjungan ke Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Selasa (9/10).

Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjungan (PDIP) melakukan kunjungan ke Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Selasa (9/10).

Foto: istimewa
UU Pesantren juga dinilai menjamin originalitas pesantren.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melakukan kunjungan ke Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Selasa (9/10). Hadir dalam kunjungan tersebut Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, Anggota DPR RI, Moh Nabil Haroen dan sejumlah pengurus lainnya yang diterima Pengasuh Pesantren Al Tsaqafah yang juga Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

Acara yang diwali dengan tawasulan dan doa untuk para Masyaikh Nahdlatul Ulama serta untuk sang Proklamator Soekarno. Tawasul, tahlil, dan doa  ini dipimpin Anggota DPR RI, Fraksi PDIP, Moh Nabil Haroen yang akrab disapa Gus Nabil.

Terkait UUD Pesantren, Gus Nabil memaparkan bahwa Undang-undang pesantren ini menjamin originalitas dan kekhasan pesantren itu sendiri. Sebagai contoh, sebagai alumni Lirboyo sampai sekarang pondok pesantren Lirboyo masih memiliki khas. 

"Alhamdulillah pesantren Lirboyo juga sudah diakui sudah muadabah, nah UUD Pesantren ini untuk memperkuat itu, supaya tidak hanya Lirboyo yang diakui tapi seluruh pondok pesantren diakui oleh negara," kata dia dalam siaran persnya.

Menjawab pertanyaan santri putri terkait perkembangan politik pada saat ini, Gus Nabil memberikan harapan dan motivasi  besar buat santri putri, bahwa perempuan bisa ambil bagian dalam membangun bansa dan negara.

“Ini sebagai pelajaran berharga bahwa PDI Perjuanganlah yang kemudian bisa mendobrak sehingga ada persiden wanita pertama, juga PDI Perjuanganlah yang bikin pecah telur di senayan ketua DPR RI perempuan pertama namanya mbak Puan Maharani. Jadi jangan khawatir santri-santri putri InsyaAllah ke depan boleh jadi presiden boleh jadi ketua DPR RI,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut Gus Nabil becerita pengalamannya selama bergabung menjadi kader PDIP. "Alhamdulillah berkat doa dari para kiai wabilkhusus KH Said Aqil Siroj, saya betul-betul bersyukur menjadi kader PDI Perjuangan," kata dia.

Sampai kemarin, Nabil melanjutkan, waktu pemilihan ketua DPR/MPR terlihat sekali PDIP ini adalah partai paling tertib mengikuti aturan yang ada.  PDI Perjungan adalah fraksi yang jumlahnya paling banyak bukan hanya anggotanya paling banyak tapi proporsinya paling banyak dalam mengikuti rapat-rapat.

"Saya haqul yaqin ainul yaqin, bahwa PDI Pejuangan Ummatan Wasathan tempatnya nasionalis religius, tempatnya Soerkanois dan Nahdliyin.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA