Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Istighfar Solusi Masalah

Senin 07 Oct 2019 03:03 WIB

Red: Agung Sasongko

zikir

zikir

Foto: rep
Istighfar sebagai solusi dari berbagai problema hidup dapat dipahami .

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Moch Hisyam

Pada suatu hari, datanglah sekelompok orang ke rumah Hasan Albashri. Mereka bertujuan untuk meminta nasihat kepada al-Hasan perihal berbagai masalah hidup yang mereka hadapi. Di antara mereka, ada yang mengadu perihal kefakiran yang dialaminya. Kondisi ekonominya begitu terpuruk sehingga ia tak mampu menanggung dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

Sebagian yang lain, menanyakan terkait keinginannya mendapatkan momongan. Mereka telah lama mendamba kehadiran buah hati di dalam kehidupan rumah tangganya, tapi belum juga dikaruniai. Sedangkan, yang lainnya adalah para petani. Ia begitu gamang terhadap bumi yang ditanaminya. Bagaimana tidak, setelah sekian tahun mengolah tanah, tak sekali pun ia menuai hasil yang melimpah.

Malah yang terjadi adalah kerusakan tanaman akibat kekeringan dan tanah yang tandus. Semua pertanyaan dari berbagai orang tersebut dijawab oleh al-Hasan Bashri hanya dengan satu kalimat, Beristigfarlah!. Mendengar semua masalah dijawab dengan istighfar membuat Rabi' bin Shahib pun memberanikan diri untuk bertanya, Wahai Al Hasan, banyak orang yang mendatangimu dengan mengadukan berbagai hal dan meminta (pertolongan) bermacammacam kepadamu.

Tapi mengapa hanya istighfar yang kau jadikan sebagai solusi jalan keluar?" Al Hasan pun terdiam. Lalu, ia hanya membacakan beberapa ayat dari Surah Nuh sebagai berikut: Maka, aku (Nuh) katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah maha pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan kepadamu hujan yang lebat.

Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungaisungai. Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?" (QS Nuh [71]: 10-12). Kisah yang termuat dalam kitab Hasyiyah al-Shawi 'ala Tafsir al-Jalalain karya Imam Ahmad Ibn Muhammad al-Showy al-Maliki itu, memberi pelajaran penting bahwa beristighfar merupakan solusi dari berbagai permasalahan yang mendera kehidupan kita.

Istighfar sebagai solusi dari berbagai problema hidup dapat dipahami dari beberapa hal. Pertama, beristighfar merupakan sarana untuk meminta ampun atas dosa dan sebagai pembersihan diri. Orang yang menyucikan diri adalah orang yang akan mendapatkan keberuntungan, di antaranya mendapatklan solusi dari problema hidupnya.

Kedua, beristighfar adalah cara untuk melihat kekurangan diri. Ketika kita beristighfar, kita akan melihat dosa dan kesalahan kita. Sebab, makna yang terdapat di dalam istighfar adalah muhasabatunnafsi, yakni mengoreksi berbagai hal terkait dengan kekurangan diri untuk bisa diperbaiki.

Ketiga, beristighfar cara untuk menjaga diri agar tidak mudah tergelincir pada kesalahan dan dosa. Ketika kita selalu beristighfar kita akan hati-hati dalam bertindak dan fokus pada satu titik, yakni bertindak dalam bingkai keridhaan Allah SWT.

Itu semua menjadi jalan bagi orang yang selalu beristighfar mendapatkan solusi dari problema hidupnya karena istighfar menjadi jalan mendapatkan pertolongan, bantuan serta kecintaan Allah SWT. Jika Allah sudah mencintai hamba-Nya, Allah akan selalu menyertainya, melindungi, menolongnya, dan mengijabah doa-doanya yang menjadikan problema hidupnya dapat diatasi dan mendapatkan apa-apa yang menjadi dambaannya. Wallahu'alam.

sumber : Hikmah Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA