Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Nafkah Orang Tua atau Keluarga, Mana yang Diprioritaskan?

Sabtu 05 Oct 2019 04:00 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Sedekah

Ilustrasi Sedekah

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Nafkah orang tua oleh anak wajib hukumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bagi mereka yang memiliki kemampuan harta atau bahkan yang hidup pas-pasan, terkadang harus dihadapkan sebuah pilihan antara memberikan nafkah kepada orang tua atau bersedekah kepada dhuafa.   

Baca Juga

Direktur Rumah Fikih Indonesia (RFI), Ustaz Ahmad Sarwat mengatakan, sedekah itu pada dasarnya diberikan kepada orang yang kekurangan atau dhuafa. Sedangkan penerimanya diutamakan orang terdekat terlebih dahulu. 

"Kalau antara orang tua dan dhuafa, itu tidak bisa digeneralisasikan. Harus dilihat kasus per kasus," kata Uztaz Sarwat kepada Republika.co.id ketika dihubungi dari Jakarta, Jumat (4/10).

Jika kedua-duanya sama-sama dalam kondisi kekurangan, tentu orang tua yang lebih diutamakan. "Sebab orang tua adalah tanggung jawab anak," katanya.  

Lebih lanjut, Ustaz Sarwat menekankan bahwa orang tua memang adalah kewajiban bagi seorang anak untuk menafkahinya. Bahkan, memberi nafkah kepada orang tua dan keluarga itu lebih tinggi prioritasnya dari pada zakat.   

"Dibandingkan infak atau sedekah, nafkah itu lebih wajib. Prioritas. Bahkan dibandingkan dengan zakat, menafkahi itu lebih utama. Kalau seseorang belum berlebih atau mencukupi nafkah keluarga dan orang tua, maka kewajiban zakatnya gugur," papar Ustaz Sarwat. 

Namun apabila kewajiban memberi nafkah sudah dituntaskan, kata Ustaz Sarwat, maka seorang Muslim bisa menyedekahkan hartanya kepada dhuafa. Namun prioritasnya tetap kepada orang yang terdekat terlebih dahulu.  

"Sama halnya dengan zakat, tentu kepada orang terdekat terlebih dahulu. Diutamakan memberi sedakah kepada tetangga yang kekurangan dibandingkan kepada saudara di Palestina, misalkan. Memang bagitu urutannya," tutur Ustaz Sarwat. 

Adapun batasan untuk memberikan nafkah, kata dia, tidaklah ada. Namun jika kewajiban memberikan nafkah sudah tuntas, tentu seorang Muslim sebaiknya memberikan sedakah atau infaknya kepada kaum dhuafa.  

Sementara itu, memberikan nafkah kepada orang tua dan kelurga hukumnya wajib bagi seorang Muslim. Lalu siapa yang harus diprioritaskan ?  

Menurut Ustaz Sarwat, menentukan prioritas antara keluarga atau orang tua juga tidak bisa digeneralisasikan. Harus dilahat kasus per kasus sesuai konteksnya.  

"Kalau kelurganya lebih kekurangan dibandingkan orang tua, tentu kelurga yang diutamakan," ucap Ustaz Sarwat.  

Lebih lanjut, dia mengatakan, orang tua merupakan tanggung jawab semua anak-anaknya. Jadi untuk menafkahi orang tua bisa dibantu oleh saudara yang lainnya. Tapi tidak untuk keluarga. 

Meski demkikian, menafkahi orang tua dan keluarga tetaplah kewajiban seorang Muslim. "Jadi menentukan itu adalah kondisinya siapa yang lebih kekuranga dan membutuhkan itu diutamakan," kata Uztaz Sarwat, tegas. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA