Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Selasa, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Pesan UAS untuk Suku-Suku di Indonesia: Kita adalah Satu!

Senin 30 Sep 2019 11:04 WIB

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah

Ustaz Abdul Somad (UAS).

Ustaz Abdul Somad (UAS).

Foto: Republika/Prayogi
UAS mengajak suku-suku Indonesia saling tolong-menolong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ustaz Abdul Somad (UAS) mengajak setiap setiap suku-suku di Indonesia untuk bersatu. Dalam sebuah video singkat yang diterima Republika,co.id pada Senin (30/9), alumni Universitas al-Azhar Mesir itu mengajak suku-suku di Indonesia untuk bangkit dan bersatu.  

Baca Juga

Seperti halnya pada suku Minangkabau. UAS mengingatkan bahwa dalam sejarah, orang-orang Minangkabau tak pernah kalah. Menurut UAS, sejak kecil orang-orang Minangkabau sudah digembleng di surau-surau. Hingga orang Minang pun pandai mengaji dan silat. Di antara tokoh yang juga guru bagi orang Minang adalah Alam Tamkambang.   

Pada masa kolonial, menurut UAS pejuang-pejuang dari Minang telah membuat Belanda lari terbirit-birit. Bahkan setelah merdeka, orang-orang Minang berkiprah bagi kemaslahatan bangsa baik sebagai ulama maupun pendiri bangsa.   

“Oleh sebab itu, apa yang terlihat hari ini. Ini kecil bagi orang Minang. Sebab itu Minang mesti bangkit, kau jihad awak kini tapi jihad awak menolong. Maka buatlah posko-posko, bangkitkan, tolong saudara-saudaraku sekalian. Bagi modal, bagi usaha. Kekeluargaan orang Minangkabau akan tetap terjaga, apa yang dialami hari ini hanya membangkitkan semangat orang Minangkabau,” kata UAS.   

Kepada orang-orang Makassar, Bugis, UAS juga meningkatkan kembali sepak terjang Syekh Yusuf al-Makassari yang berkali-kali diasingkan mulai dari Afrika Selatan hingga Sri Lanka. 

Namun Syekh Yusuf al-Makasari justru mampu berkontribusi besar dalam penyebaran Islam di negara-negara tersebut. Bahkan menurut UAS mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela pun memberikan pengakuan dan penghargaan atas kontribusi besar orang-orang Makassar dan Bugis bagi Afrika Selatan. 

Tak hanya itu, UAS juga mengingatkan bahwa orang-orang Makassar, Bugis juga berperan besar terhadap perkembangan Islam di Australia. “Maka bangkit saudaraku, orang Makassar, orang Bugis,” tuturnya.

Begitupun dengan orang-orang Jawa, menurut UAS tak dapat dimungkiri lagi orang-orang Jawa tersebar di berbagai wilayah di Nusantara. Dalam sejarah, UAS mengingatkan bahwa nenek moyang orang Jawa telah menyatukan Nusantara. Dia mengajak agar orang-orang bangkit.   

Namun tak hanya untuk suku-suku tersebut, UAS mengajak seluruh suku di Indonesia bersatu dan saling menolong. “Saya hanya menyebut Minangkabau, Makassar, Bugis, dan Jawa karena ini yang paling banyak merantau. Tapi suku-suku lain kita adalah Nusantara. Mudah-mudahan kita tetap disatukan oleh Kebhinekaan. Bagi yang seagama berdoalah kita disatukan dengan Lailahaillah, bagi yang tidak (seagama), bersatulah karena kita disatukan Pancasila,” katanya.

Sebelumnya kerusuhan di Wamena Papua telah membuat resah dan trauma terutama bagi para pengungsi dari berbagai wilayah. Trauma membuat orang-orang dari berbagai daerah di luar Papua meminta untuk pulang ke daerah asalnya masing-masing. “Saudara-saudaraku di mana pun di Nusantara yang bisa membantu, bantulah. Dengan uang kita, yang tak bisa dengan doa, doakan dari jauh. Kami dari jauh ikut mendoakan,” katanya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA