Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Membantu Sesama

Kamis 12 Sep 2019 05:59 WIB

Red: Agung Sasongko

Takwa (ilustrasi).

Takwa (ilustrasi).

Foto: alifmusic.net
Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Nur Farida

Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Kita tidak pernah tahu kapan kesulitan akan kita alami atau orang lain mengalaminya. Tetapi, pasti setiap orang akan melalui jalan yang sulit, sehingga membutuhkan bantuan atau pertolongan dari orang lain. Setiap orang akan dihadapkan dengan persoalan yang tidak mampu dihadapinya sendiri tanpa melibatkan orang lain untuk membantunya. Karena itu, kita mesti hidup saling membantu dan menolong.

Dalam hadis, Nabi mengatakan, "Barang siapa melepaskan kesusahan seorang Muslim dari kesusahan dunia, Allah akan melepaskan kesusahannya pada hari kiamat. Barang siapa memudahkan orang lain yang mendapat kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang Muslim, Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Sesungguhnya, Allah selalu akan menolong hamba- Nya selama ia menolong saudaranya." (HR Muslim).

Saling membantu atau menolong ini tentunya dalam hal kebaikan, bukan dalam keburukan dan kejahatan. Allah berfirman, "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (QS al-Ma'idah [5]: 2).

Ibnul Qayyim dalam kitab Miftah Dar as-Sa'adah mengatakan, kebaikan di sini mencakup seluruh jenis kebaikan dan kesempurnaan yang dituntut dari seorang hamba untuk dilakukan. Lawan katanya adalah keburukan atau dosa yang mencakup segala bentuk kejelekan dan aib yang menjadi sebab seorang hamba sangat dicela apabila melakukannya. Sementara, menurut Syaikh as-Sa'di dalam kitab Taisir al-Karim ar-Rahman, kebaikan di sini mencakup segala yang Allah cintai dan ridhai, berupa perbuatan-perbuatan yang lahir maupun batin, yang berhubungan dengan hak Allah atau hak sesama manusia.

Menurut Imam al-Mawardi dalam kitab Adab ad-Dunya wa ad- Din, Allah mengajak untuk tolong-menolong dalam kebaikan beriringan dengan ketakwaan kepada-Nya. Sebab, dalam ketak waan terkandung ridha Allah. Sementara, saat berbuat baik, orang-orang akan menyukai (meridhai). Siapa saja yang memadukan antara ridha Allah dan ridha manusia, niscaya kebahagiaannya telah sempurna dan kenikmatan baginya sudah melimpah.

Allah dalam Alquran, misalnya, secara terperinci menyebutkan perihal kebaikan/kebajikan ini, "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (QS al-Baqarah [2]: 177).

Kebaikan selalu mengandung kemaslahatan, tidak hanya bagi diri sendiri, tapi juga orang lain di dunia maupun akhirat. Dengan saling menolong dalam kebaikan, hal itu akan menyebar dan pada akhirnya akan menjadi budaya. Hubungan sosial yang dilandasi dengan cinta, kasih dan sayang, serta saling membantu dan menolong akan melahirkan masyarakat yang kuat, harmonis, serta mampu menghadapi dan menyelesaikan persoalan yang terjadi secara baik. Allah senantiasa membantu dan menolong orang yang membantu dan menolong orang lain.

Jangan pernah meremehkan kebaikan, sekecil apa pun. Jika orang lain terlihat malas berbuat baik, bantu dan tolonglah dia untuk melakukan kebaikan. Jika orang lain dalam kesusahan dan kesulitan hidup, bantulah dengan kebaikan, misalnya, dengan bersedekah, memberi utang, memberi nasihat solutif yang mampu menyelesaikan persoalannya dan mengangkatnya dari jurang penderitaan. Semua ini dalam rangka berbuat baik untuk mendapatkan kebaikan dari Allah yang sangat besar, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat kelak. Wallahu a'lam.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA