Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Begini Metode Santri Daarul Huffaazh Menghafal Alquran

Kamis 22 Aug 2019 10:32 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Hasanul Rizqa

Lingkungan Pondok Pesantren Daarul Huffaazh Di Desa Gara Tengah, Japara, Kuningan.

Lingkungan Pondok Pesantren Daarul Huffaazh Di Desa Gara Tengah, Japara, Kuningan.

Foto: Republika/Andrian Saputra
Pondok Pesantren Daarul Huffaazh di Kuningan konsisten luluskan penghafal Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Menghafal Alquran sudah jadi rutinitas sehari-hari para santri Pondok Pesantren Daarul Huffaazh Kuningan. Lingkungan pesantren yang asri dan jauh dari keramaian membuat semakin nyaman para santri Ponpes Daarul Huffaazh menghafal Alquran.

Baca Juga

Pesantren Daarul Huffaazh berada di Desa Gara Tengah, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan. Saban harinya, santri Pesantren Daarul Huffaazh wajib mengikuti program menghafal Alquran yang dilaksanakan usai sholat subuh dan sholat maghrib.

Santri terlebih dulu dibimbing oleh para pengajar dalam membaca Alquran. Dalam tahap ini, pembimbing menekankan kefasihan dan hukum bacana dari tiap ayat yang akan dihafalkan santri.  Setelahnya santri harus mengulang-ulang beberapa ayat yang telah dibacakan hingga hafal.

Diakhir pekan, santri harus mengikuti murojaah yakni pengulangan hafalan bersama-sama. Pesantren Daarul Huffaazh mentargetkan santrinya bisa menghafal 4 sampai 5 juz Alquran per tahunnya. Pesantren Daarul Huffaazh pun mendidik santri-santrinya terutama yang sudah senior agar bisa mempraktikkan hafalannya saat memimpin shalat berjamaah.

“Jadi setiap harinya ada yang setor hafalan itu bisa selembar, dua lembar tergantung. Tapi targetnya 4 sampai 5 juz pertahun,” kata Pengasuh Pesantren Daarul Huffaazh Ustazah Eros Rosita saat berbincang dengan Republika,co.id pada Rabu (21/8).

Meski memfokuskan pada menghafal Alquran, tetapi Ponpes Daarul Huffaazh juga mengajarkan santri-santrinya mengaji literatur keislaman meski porsinya tak sebanyak pesantren-pesantren Salafiyah maupun pesantren Modern pada umumnya. Salah satu kitab yang rutin dikaji di pesantren ini adalah kitab Ta'lim Mutaalim atau kita tentang akhlak menimba ilmu. Setiap tahunnya, pesantren mengadakan khataman kubro yang diikuti santri akhir.

Pesantren ini resmi berdiri pada 2011. Inisiatornya merupakan pasangan suami-istri, yakni KH Syairozi dan Ustazah Eros Rosita. Tiap tahun, pesantren ini konsisten mencetak lulusan, santri-santri penghafal Alquran. Tak hanya itu, santri Daarul Huffaazh juga sering menjuarai berbagai kompetisi di bidang keagamaan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA