Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Terpanggil Berbagi Ilmu, Siti Tazkiran Dirikan TPQ Dhuafa

Senin 22 Jul 2019 13:58 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi  Anak membaca Alquran

Ilustrasi Anak membaca Alquran

Foto: Antara/Arif Firmansyah
Siti Tazkirah mendirikan TPQ untuk belajar Alquran para dhuafa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Semakin meningkatnya anak-anak usia dini bermain gadget, membuat seorang perempuan bernama Siti Tazkirah (45) ingin membangun sebuah tampan pendidikan Alquran (TPQ). Menurut dia, keberadaan gadget ini menjadikan millenial dalam titik peralihan dan krisis akhlak, yang dikhawatirkan mereka sudah tidak peduli lagi dengan Alquran.

Padahal, pendidikan Alquran merupakan tombak keberhasilan untuk mencetak generasi Islam di masa depan. Dengan pengenalan nilai-nilai keagamaan di usia dini memberikan dampak yang sangat besar untuk pendidikan karakter.

Baca Juga

“Awalnya tidak banyak anak-anak yang ikut kegiatan di TPQ ini, karena jarak lokasi TPQ yang cukup jauh dan medan yang dilalui pun sangat ekstrem, hal ini membuat santri kadang berpikir ulang untuk berangkat mengaji,” kata Siti Tazkirah dalam keterangan tertulisnya, Senin (22/7).

Dia ingin berjuang memberikan pendidikan agama dan kaidah Alquran yang dirasanya sangat sulit dan penuh tantangan di era ini. Kerasnya tantangan itu, tidak menyurutkan para mujahidah di Yogyakarta ini untuk mengajarkan dan berusaha menerapkan apa yang ada dalam Alquran kepada 30 santrinya.  

TPQ Nurul Hidayah yang berada di Kaliduren, Kebonharjo, Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi jalan Siti Tazkirah dan ketiga rekannya untuk mengamalkan ilmu yang dimilikinya.

Rasa prihatin kepada anak-anak generasi saat ini meneguhkan tekadnya untuk membimbing anak-anak sekitar agar senantiasa dekat dengan Alquran. Dalam perjuangannya, Siti Tazkirah dibantu tiga orang pengajar yang juga kerabatnya sendiri.

Mereka berempat dengan senang hati dan penuh kesabaran mengajarkan Alquran dan nilai ke-Islaman kepada anak-anak Dusun Kaliduren. Tetapi kurangnya fasilitas pendukung kegiatan mengajar, menjadi salah satu faktor lain yang membuat anak-anak cepat bosan dalam belajar.

Hal ini pula yang membuat Siti Tazkirah dan rekan-rekannya berpikir untuk terus menghidupkan pengajian, dan bagaimana caranya agar mereka tertarik untuk terus belajar Alquran. Dari informasi yang masuk kepada tim Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) perwakilan Yogyakarta, hingga akhirnya menjadi perantara pula untuk datangnya pertolongan Allah.

IZI, melalui program ‘IZI to Iman’ memberikan support untuk pengembangan TPQ Nurul Hidayah. Bantuan yang diberikan berupa sarana prasaran dan kafalah pengajar. Selain itu, IZI perwakilan Yogyakarta juga menjadikan TPQ Nurul Hidayah sebagai TPQ binaan IZI.

“Untuk segenap tim IZI dan donatur, kami mengucapka terima kasih dan program ini sangat bermanfaat untuk banyak pihak, semoga amal jariyah mengalir untuk semuanya,” ungkap Siti Tazkirah.

Adanya sarana dan prasarana yang memadai ini diharapkan semangat anak-anak untuk belajar Alquran pun semakin membara. Dan jumlah santri diharapkan juga bisa bertambah hingga melebihi dari 30 orang.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA